
Jembatan Pemali akhirnya mulai dilalui kendaraan.
BREBES- pede.news.blog – Rehab total Jembatan Pemali di Pantura Kota Brebes, Jawa Tengah, yang pengerjaannya dilakukan sejak bulan Juli tahun 2022 lalu dan direncanakan selesai pada bulan April tahun 2023, sempat molor hingga 7 bulan.

Jembatan Pemali akhirnya mulai dibuka, Senin (20/11/23) sore, sehingga saat ini sudah bisa mulai dilewati bagi kendaraan dari arah barat Pantura menuju arah timur Kota Tegal dan Semarang.
Consultan Manajer Baja Titian Utama Fathoni menjelaskan, meski sempat mengalami keterlambatan hingga 7 bulan dalam proses pengerjaan. Pihaknya mengaku bersyukur, akhirnya peninggian jembatan Pemali di jalur Pantura Brebes bisa selesai.
Sebab, banyak kendala teknis selama pengerjaan yang ditargetkan dalam kurun waktu 10 bulan. Yakni, mulai dari banjir hingga peralatan teknis yang berdampak pada waktu pengerjaan.
“Karena sesuai teknis, pengerjaan jembatan pemali harus ditinggikan 1,5 meter. Tujuannya, agar gelagar jembatan tidak menyentuh debit air sungai saat banjir,” kata Fathoni kepada awak media.
Selama proses pengerjaan jembatan, lanjut Fathoni, sedianya mulai dikerjakan bulan Juli 2022. Waktu tersebut, belum menghitung proses pembongkaran kerangka jembatan lama.
Namun, dengan berbagai proses hingga pemasangan gelagar dan jembatan akhirnya bisa selesai. Sehingga, dengan konstruksi baru dan ketinggian jembatan ini sudah dinyatakan layak dan bisa dilewati kendaraan.
“Alhamdulillah hari ini sudah selesai dan bisa dilalui kendaraan yang melintas,” ujar Fathoni.
Sementara Kasat Lantas Polres Brebes AKP Rahandi Gusti Pradana menambahkan, dengan difungsikannya jembatan Pemali baru di sisi Utara jalur Pantura Brebes.
Artinya, rekayasa arus lalu lintas pada jembatan Pemali sisi selatan sudah tidak diberlakukan. Sedangkan, untuk mengantisipasi kendaraan berat kelebihan muatan akan tetap dialihkan melalui jalingkut maupun tol.
“Agar arus lalin di jalur Pantura tetap lancar, semua kendaraan berat tetap akan dialihkan melalui jalingkut. Sehingga, kepadatan arus kendaraan jalur Pantura bisa diminimalisir. Yakni, hanya diperuntukkan kendaraan pribadi maupun angkutan umum,”pungkasnya.[Ad**]