
BREBES – pede.news.blog – Sejumlah 10 Universitas atau kampus mengikuti acara sosialisasi pengawasan Pemilu partisipatif di Kabupaten Brebes dengan acara pemberian materi tentang sosialisasi dari Rektor humus serta dari pembicara lain kampus yang dimaksud adalah universitas Setiabudi umus Brebes ,Universitas peradaban Brebes, Institut Agama Islam Al Hikmah 1 benda STAI Al Hikmah 2 benda, STAI Brebes STIE Widya manggalaya Brebes Stikes Brebes ,STIMIK Muhammadiyah Paguyangan, Akbid KH Putra Al Hikmah 1 benda, Akper ah hikmah 2 benda.
Pembicara dari ketua Nedfid Network for Information Domestic Society ( Indonesia) Muhammad Afit Komsani, amir fudin S, Psi anggota bawaslu Brebes, Profesor Robby Rektor Umus BREBES .
Dalam acara sosialisasi ini sejumlah mahasiswa yang mengikut acara melakukan tanya jawab kepada narasumber, pertanyaan yang diarahkan kepada narasumber berisikan apakah secara hukum sah atau tidak adanya capres berumur kurang dari 40 tahun, cara mencegah terjadinya suap pada pemilihan umum kemudian Bagaimana cara menangkal berita-berita hoax yang terjadi di masyarakat.
tradisional yang dipersembahkan oleh sanggar tari Universitas Muhadi Setiabudi Brebes. Peserta kegiatan soswatif berasal dari perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dari perguruan tinggi di Kabupaten Brebes yang terdiri dari BEM Universitas Muhadi Setiabudi Brebes, Universitas Peradaban Brebes, Institut Agama Islam (IAI) Al-Hikmah 1 Benda, STAI Al-Hikmah 2 Benda, STAI Brebes, STIE Widya Manggalia Brebes, STIKES Brebes, STIMIK Muhammadiyah Paguyangan, Akbid Al-Hikmah 1 Benda, Akper Al-Hikmah 2 Benda, serta Relawan Patroli Cyber (RPC) perwakilan Brebes dan awak media.
Anggota/Koordiv. Pencegahan, Parmas, dan Humas Bawaslu Kabupaten Brebes Amir Fudin, dalam pembukaan kegiatan menyampaikan bahwa Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah menetapkan masa Kampanye Pemilu 2024 dimulai pada hari ini, Selasa (28/11/2023). Berdasarkan Peraturan KPU Nomor 3 Tahun 2022, masa Kampanye Pemilu 2024 berakhir pada 10 Februari 2024 mendatang.
“Hari ini merupakan hari pertama masa kampanye bagi peserta Pemilu 2024, bukan hanya kampanye Capres maupun Cawapres tetapi seluruh Caleg juga memulai kampanye pada hari ini”, tutur Amir. Amir menambahkan bahwa Pengawas Pemilu tidak mungkin bisa bekerja sendirian, oleh sebab itu dibutuhkan peran dari mahasiswa untuk turut serta ikut mengawasi tahapan kampanye ini, tutupnya.
Upaya menciptakan aktor pengawas partisipatif dari unsur mahasiswa, Bawaslu Kabupaten Brebes hadirkan dua narasumber pada kegiatan ini. Narasumber pertama berasal dari Universitas Muhadi Setiabudi Brebes yang dipaparkan oleh Dr. Roby Setiadi, S.Kom., M.M. yang menjabat Rektor. Dalam paparannya, Dr. Roby berbicara tentang Pemilu Bermartabat Dengan Pancasila. Beliau menjelaskan tentang internalisasi nilai-nilai Pancasila yang mendukung suksesnya penyelenggaraan Pemilu di Indonesia.
Masuk pada sesi paparan terkahir, paparan disampaikan oleh Ketua Umum Network For Indonesian Democratic Society (Netfid) Indonesia, Muh Afit Khomsani. Afit menjabarkan tentang Pengawasan dan Pemantauan Pemilu “Peran Penting Perguruan Tinggi dan Kelompok Akademik”. Dalam paparannya, Afit menjelaskan dimulai dari dimensi kerawanan Pemilu, isu penting pemantauan Pemilu, sampai dengan peran penting kelompok akademik dalam demokrasi. Perlu diketahui bersama bahwa Netfid Indonesia merupakan lembaga pemantau pemilu untuk Pemilu 2024. Bawaslu mengakreditasi Netfid Indonesia serta 150 orang anggotanya sebagai pemantau nasional.
Dipenghujung kegiatan, Soswatif diisi oleh sesi diskusi tanya-jawab dan ditutup dengan penyerahan alat peraga sosialisasi pengawasan Bawaslu Kabupaten Brebes berupa standing banner untuk seluruh Perguruan Tinggi dalam rangka mengenalkan lebih luas tugas-tugas Pengawas Pemilu.[ Teguh ]