TEGAL -pede.news.blog – Kecelakaan maut terjadi di Jalan Raya Karanganyar Kabupaten Tegal, tepatnya di depan RM Lombok Ijo, Senin (20/11/2023) siang.
Dari informasi yang berhasil dikumpulkan, korban bernama Saldi bin Wiwi, warga Desa Kambangan Kecamatan Lebaksiu Kabupaten Tegal meninggal dunia di tempat kejadian.
Warga Desa Kambangan bernama Adi Suhu saat ditemui Awak Media membenarkan bahwa korban lakalantas adalah warga Desa Kambangan.
“Benar namanya Saldi, tinggal di RT 18 RW 05, korban dinas di Kantor Pajak Papua. Baru 2 tahun jadi PNS. Waktu itu hendak diantar ke Stasiun Kota Tegal, mau ke Jakarta dan dilanjut ke Papua,” kata Adi.
Informasinya, menurut Adi, korban berangkat ke stasiun sekira pukul 11.00 WIB. Saat itu Saldi dibonceng oleh adiknya.
Sebelum kejadian, korban dan adiknya berusaha menghindari mobil bak putih yang diparkir di tepi jalan. Namun naas saat melewati mobil bak putih tersebut bersamaan melintas truk gandeng dari arah belakang korban hingga terjadi senggolan dan korban terseret di kolong truk gandeng.
“Adiknya selamat hanya mengalami luka-luka saja,” tandasnya.
Video terkait kecelakaan maut tersebut beredar di WA. Dalam salah satu video yang beredar, warga perekam menggambarkan kondisi korban sambil beberapa kali mengucap inalillahi wainailaihi rajiun,,,astaghfirullah.. Ia mengatakan kecelakaan terjadi di Karanganyar.[Untung’$]
BREBES – pede.news.blog – Sejumlah perwakilan masa Pendemo akhirnya dipersilahkan masuk ke kantor DPRD Brebes pada hari Senin 20 November 2023 Sejumlah anggota dewan di komisi 1 yang menemui masa diantaranya Heri Fitriansyah Wahidin Mur Aini , Rizky Ubaidillah , Mashadi dari di permades diwakili Hengky, sementara dari perwakilan kepala desa diwakili oleh Ahmad tasdik , Suhartono dan Abdul Ghofur, DPPKAD diwakili Rus.
Saat rapat bersama perwakilan masa menuntut alokasi add dana desa 10% dari jumlah APBD Kabupaten Brebes , sesuai amanah undang-undang desa Nomor 6 Tahun 2014 pasal 72 ayat 1 di mana huruf d disebutkan ADD Alokadi Dana desa paling sedikit 10% dari dana perimbangan setelah dikurangi dana Dau Daerah bukan dau bebas tapi tidak 10 ℅ dari total Dau , Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 2014 tentang peraturan pelaksanaan undang-undang Nomor 6 Tahun 2014 pasal 96 ayat 2 dan peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 119 tahun 2019 tentang pembayaran iuran jaminan kesehatan kepala desa dan perangkat desa pasal 4 ayat 4 huruf C mengalokasikan iuran APBD sesuai perundang-undangan.
Perwakilan masa audiensi akhirnya bisa diperkenankan masuk ke komisi 1 Heri Fitriansyah baru datang ke lokasi demo dan mempersilahkan perwakilan dari 17 Kecamatan untuk bisa audiensi di ruang komisi 1.
Dari rapat audiensi di komisi 1 oleh perwakilan didapat klausul bahwa ada perbedaan pendapat dari DPPKAD terkait ADD senilai total 115 miliar sedangkan untuk dari Dinpermades perbedaan perhitungan mencapai 136 miliar , sedangkan dari perhitungan kepala desa dan perangkat desa diperoleh perhitungan sesuai peraturan sebesar 149 miliar.
Dari klausul nomor 2 dibuat pernyataan bersama dari badan pengelola kekayaan aset daerah meminta waktu agar bisa berkoordinasi dengan TAPD untuk dapat menyesuaikan anggaran sesuai dengan regulasi.
Selanjutnya dalam klausul perjanjian bersama hasil di ruang komisi 1 , disepakati bahwa komisi 1 dan ketua DPRD kabupaten Brebes menyepakati akan menunda penetapan rencana anggaran pendapatan belanja daerah tahun 2024 Kabupaten Brebes sampai ada perhitungan dan penetapan anggaran Alokasi Dana Desa sesuai dengan regulasi.[Teg**]
Tegal – pede.news.blog – Wandi sekretaris DPP LSM Lappas Kamis 16 November 2023 menanyakan kepada kepala Bea Cukai kota Tegal yakni Yudianto perihal ada dugaan tangkap lepas sopir mobil jenis minibus L 1946 TA pembawa Rokok Ilegal asal Madura pada tanggal 17 September 2023 lalu, di sela-sela acara sosialisasi peraturan Cukai rokok yang terbaru di hotel Gran Dian Brebes .
Lebih lanjut Wandi mengatakan kalau penangkapan sopir dan mobil itu sudah dilakukan namun Kenapa sopirnya sudah dibebaskan , padahal sopir kan tahu penghubung antara rokok ilegal dengan pemilik aslinya yang menyuruhnya membawa rokok ilegal itu.
Menjawab pertanyaan dari Sekjen DPP LSM Lappas Yudianto menjelaskan kalau penyelidikan dan penindakan cukai rokok ilegal bersifat Lex Spesialis hanya bisa dilakukan oleh Bea Cukai , mengenai informasi berkaitan dengan disampaikan Wandi ia mempersilakan wartawan atau LSM bertandang ke kantornya di kota Tegal untuk klarifikasi dan bertanya sejauh mana Penyelidikan dan pendidikan kasus tersebut jelasnya.
Menelisik permasalahan tersebut wartawan jumat 17 November 2023 mencoba mengklarifikasi ke bagian P2 penyidik dan pendidikan Kantor Bea Cukai Tegal dan bertemu salah satu penyidik dan dari informasi stafnya benar ada mobil yang ditangkap tanggal tersebut dan sekarang masih ada mobilnya dan masih dalam tahap penyelidikan.
Sementara sopir yang membawa mobil itu sudah diperiksa sebagai saksi , jelas staf bagian P2 atau Penyelidikan dan Penindakan.[ Teguh **]
Puluhan aktivis yang tergabung dalam aliansi masyarakat peduli lingkungan hidup Kabupaten Brebes menggeruduk DLHPS Brebes.
BREBES – Puluhan aktivis yang tergabung dalam aliansi masyarakat peduli lingkungan hidup Kabupaten Brebes menggeruduk Dinas Lingkungan Hidup dan Pengelolaan Sampah (DLHPS) Brebes, Kamis (16/11/2023).
Mereka datang dengan membawa sejumlah spanduk bertuliskan berbagai tuntutan. Di antaranya, Brantas Mafia Perijinan, Merugikan APBD Brebes, Merugikan Investor, Menghambat Percepatan Pembangunan.
Koordinator aksi, Wily meminta kepada Pemkab Brebes bertindak tegas atas dugaan pelanggaran perusahaan atau pabrik terkait ijin analisis dampak lingkungan (Amdal).
“Pemkab harus mengambil langkah tegas terkait dugaan pelanggaran pabrik atau perusahaan yang belum keluar ijin Amdal tapi sudah mulai membangun,” kata Wily.
Saat demo, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pengelolaan Sampah (DLHPS) Brebes, La Ode Aris Vindar Nugroho langsung menemui sejumlah aktivis peduli lingkungan tersebut.
Ia menyatakan, Pemkab Brebes menginstruksikan pembangunan 19 pabrik dihentikan karena belum kantongi izin Amdal. Mereka dilarang meneruskan proses pembangunan sampai izin amdal keluar.
“Selama proses perizinan masih berjalan, dilarang melakukan aktivitas apapun, meski proses perizinan itu sedang dilaksanakan tidak boleh ada kegiatan,” kata La Ode Aris Vindar.
Menyikapi pabrik yang belum berizin Amdal, DLHPS Brebes telah menerbitkan surat tertanggal 10 Oktober 2023 nomor: 660.1/1269/X/2023, perihal: Penghentian Aktifitas Kegiatan.
Surat itu ditujukan kepada Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, C.q. Direktur Jenderal Penegakan Hukum KLHK RI di Jakarta. Selain minta penghentian pembangunan pabrik, surat ini juga memuat data data pabrik yang belum mengantongi izin Amdal. Pada lampiran surat ini, tertulis 21 pabrik yang belum memiliki izin Amdal.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pengelolaan Sampah (DLHPS) Brebes, La Ode Aris Vindar Nugroho (Fajar Eko Nugroho/Panturapost.com)
Laode Aris Vindar mengungkapkan, meski belum punya izin Amdal, mereka menjalankan proses pembangunan. Adapun 21 pabrik itu masing masing:
1. PT Jia Wei Indonesia Industri alas kaki (sepatu) jenis PMA (Penanam Modal Asing) lokasi Desa Ketanggungan, Kecamatan Ketanggungan. – PKKPR ada – Andalalin ada – Amdal dalam proses – PBG dalam proses – Izin Usaha dalam proses
2. PT Ming Xing Sewing Mechine, jenis PMDN (Penanam Modal Dalam Negeri) lokasi Desa Losari Lor, Kecamatan Losari – PKKPR ada – Andalalin ada – UKL-UPL (Amdal) dalam proses – PBG dalam proses – Izin Usaha dalam proses
3. PT Duk Kyung Internasional, Industri alas kaki (sepatu) jenis PMA di Desa Tanjung dan Desa Pengaradan, Kecamatan Tanjung – PKKPR ada – Andalalin ada – Amdal dalam proses – PBG dalam proses – Izin Usaha dalam proses
4. PT Gold Emperor Indonesia (GEI) Industri alas kaki (sepatu), jenis PMA lokasi Desa Kemurang, Kecamatan Tanjung – PKKPR ada – Andalalin ada – Amdal dalam proses – PBG dalam proses – Izin Usaha dalam proses
5. PT Yixin Indonesial, Industri alas kaki (sepatu) jenis PMA, Komplek Pergudangan Eling Santoso Desa Klampok, Kec.Wanasari – PKKPR ada – Andalalin dalam proses – Amdal dalam proses – PBG dalam proses – Izin Usaha dalam proses
6. PT Raytu Lancar Indonesia, Industri alas kaki (sepatu), jenis PMA lokasi Komplek Pergudangan Eling Santoso Desa Klampok, Kecamatan Wanasari – PKKPR ada – Andalalin dalam proses – Amdal dalam proses – PBG dalam proses – Izin Usaha dalam proses
7. PT AAE Outdoor Indonesia, Industri garment untuk tas, jenis PMA lokasi Desa Bangsri, Kecamatan Bulakamba – PKKPR ada – Andalalin ada – Amdal ada – PBG ada – Izin Usaha ada
8. PT Evertech International Group, Industri alas kaki (sepatu), jenis PMA lokasi Desa Losari Lor, Kecamatan Losari – PKKPR ada – Andalalin ada – Amdal dalam proses – PBG dalam proses – Izin Usaha dalam proses
9. PT Shyang Tah Jyun, Industri alas kaki (sepatu) jenis PMA lokasi Desa Kubangsari, Kecamatan Ketanggungan – PKKPR ada – Andalalin ada – Amdal dalam proses – PBG dalam proses – Izin Usaha dalam proses
10. PT Helmindo, Industri helm, jenis PMA lokasi Desa Bangsri, Kecamatan Bulakamba – PKKPR ada – Andalalin ada – Amdal dalam proses – PBG dalam proses – Izin Usaha dalam proses
11. PT Inkordan International, Industri garment, jenis PMA lokasi Desa Klampok, Kecamatan Wanasari – PKKPR ada – Andalalin ada – Amdal dalam proses – PBG dalam proses – Izin Usaha dalam proses
12. PT Shengnou Sport Product Indonesia, Industri alas kaki (sepatu), jenis PMA lokasi Komplek Pergudangan Eling Santoso Desa Klampok, Kecamatan Wanasari – PKKPR ada – Andalalin dalam proses – Amdal dalam proses – PBG dalam proses – Izin Usaha dalam proses
13. PT Ding You Shoes Material, Industri sepatu olahraga, jenis PMA, lokasi Komplek pergudangan Eling Santoso Desa Klampok Kecamatan Wanasari – PKKPR ada – Andalalin dalam proses – Amdal dalam proses – PBG dalam proses – Izin Usaha dalam proses
14. Komplek Pergudangan Klampok (Eling Santoso) Gudang disewakan PMDN lokasi Desa Klampok, Kec.Wanasari – PKKPR ada – Andalalin ada – Amdal belum ada – PBG belum ada – Izin Usaha belum ada
15 . Komplek Pergudangan Victoria, disewakan ke PT.Starchem Elasindo, jenis PMDN lokasi Desa Bangsri, Kecamatan Bulakamba – PKKPR ada – Andalalin dalam proses – Amdal dalam proses – PBG dalam proses – Izin Usaha dalam proses
16 . PT Petrasakti Madyatama, Industri garment, jenis PMDN, lokasi Desa Klampok, Kecamatan Wanasari – PKKPR ada – Andalalin ada – Amdal ada – PBG dalam proses – Izin Usaha dalam proses
17 . PT Mitra Graha Selaras, Industri furniture, jenis PMDN, lokasi Desa Kubangsari, Kecamatan Ketanggungan – PKKPR ada – Andalalin ada – Amdal dalam proses – PBG dalam proses – Izin Usaha dalam proses
18. PT Karya Indah Multiguna, Industri Kemasan Dan Kotak Dari Kertas Dan Karton, jenis PMDN, lokasi Desa Kubangsari, Kecamatan Ketanggungan – PKKPR ada – Andalalin dalam proses – Amdal dalam proses – PBG dalam proses – Izin Usaha dalam proses
19. PT Warna Lestari Makmur, Industri tekstil, jenis PMDN, lokasi Desa Bangsri, Kecamatan Bulakamba – PKKPR ada – Andalalin ada – Amdal dalam proses – PBG dalam proses – Izin Usaha dalam proses
20 . Komplek Pergudangan Klampok (Eling Santoso) Gudang disewakan PMDN Desa Klampok, Kec.Wanasari – PKKPR ada – Andalalin ada – Amdal dalam proses – PBG dalam proses – Izin Usaha dalam proses
21. PT Trusty, jenis PMDN lokasi Desa Bangsri, Kecamatan Bulakamba – PKKPR ada – Andalalin ada – Amdal dalam proses – PBG dalam proses – Izin Usaha dalam proses
Dari 21 pabrik itu, kata dia, ada dua pabrik yang sudah menyelesaikan perizinannya dan boleh meneruskan proses pembangunan. Salah satunya adalah PT AAE Outdoor.
“Yang dilaporkan tersebut memang ada yang sudah berprogres lebih cepat dibandingkan yang lain, tapi juga ada pabrik yang masih berprogres lambat. Kenapa lambatnya, setelah kami verifikasi di lapangan masih ditemukan kinerja-kinerja konsultan yang tidak profesional,” jelasnya.
Menurut dia, kinerja kinerja konsultan yang tidak sesuai dengan harapan yang diminta oleh pelaku usaha. “Ketika menitipkan proses perizinan kepada konsultan ternyata konsultan tidak sesuai yang diharapkan,” jelasnya.
Kepala DLHPS Brebes menegaskan, selama proses perizinan, 19 pabrik itu dilarang melakukan aktivitas apapun. Proses pembangunan baru diteruskan setelah perizinan diselesaikan.
“Hasil pengecekan kami di lapangan, setelah dicek ada 21 perusahaan yang belum memiliki izin Amdal. Dua d iantaranya sekarang sudah menyelesaikan izin Amdal. Sisanya 19 pabrik harus menghentikan proses pembangunan sampai izin Amdal keluar,” tegasnya.
Kepada para owner, Laode meminta agar mematuhi instruksi tersebut. Pihaknya akan memberikan SP 1 sampai SP 3 dan jika tidak diindahkan akan dihentikan paksa.
“Tentunya akan koordinasi dengan Satpol PP. Jika SP 1 sampai SP 3 tidak diindahkan akan dihentikan paksa,” pungkasnya.***
Brebes – Pada hari Sabtu 11 November 2023 bertempat di salah satu rumah warga di desa pemaron Kecamatan Brebes kabupaten Brebes lebih dari 900 orang mengadakan acara pengukuhan Tim Sukses dan relawan koortes alias koordinator tiap-tiap TPS di sejumlah 16 desa di Kecamatan Bulakamba Wanasari dan Brebes.
Djarot Ketua Pemenangan Banteng Pantura saat dikonfirmasi mengatakan bahwa pihaknya selaku ketua tim mengakomodir semua tim baik kordinator desa atau kordes ,koordinator kecamatan ( korcam ) , dan koordinator atau tps kortes yang sudah ada se Kabupaten Brebes 292 desa dan 5 kelurahan di 16 Kecamatan.
Sedangkan untuk 16 desa yang ini dikukuhkan adalah pengukuhan susulan kordes, kortes dari yang sudah pernah dilakukan sebelumnya pada kordes korcam dan kortes di desa kecamatan lain, jelas Djarot.
Djarot yang mantan lurah Kades Desa Randusanga mengatakan Iya sudah berkoordinasi kepada semua mantan kepala Desa se Kabupaten Brebes.
Pihaknya betul-betul sepakat untuk memilih dan mensukseskan SHANTY ALDA , karena ia benar-benar peduli terhadap masyarakat bawah , selain itu SHANTY basic awalnya adalah seorang aktivis dan penggiat sosial.
Lebih lanjut dikatakan suntoro yang juga mantan kepala Desa Bulakamba, dan juga pengurus karang taruna Kabupaten Brebes mengatakan pihaknya sudah selalu berkoordinasi dengan mantan karang taruna agar bisa mensukseskan Santi Alda.
Sementara Santi Alda saat memberikan pandangan dan janji-janji politik dia menyampaikan akan peduli terhadap petani, nasib, nelayan nasib ibu-ibu dan kaum perempuan.
Selain itu untuk kepedulian terhadap nasib buruh dan pekerja Ia juga akan perjuangkan adanya perlindungan hukum berupa undang-undang dan perangkat aturan untuk menguatkan nasib pekerja buruh.
” pokoknya kalau saya jadi anggota DPR RI maka kaum perempuan Untuk Dapil Brebes Tegal Slawi akan saya perjuangkan nasibnya agar lebih baik , karena saya tahu bagaimana mencari bantuan atau permodalan bagi kaum perempuan atau rumah tangga, ” jelasnya.
Gunungan hasil bumi diarak keliling kampung dib Desa Grinting Kecamatan Bulakamba.
Brebes – Memasuki bulan Muharram atau dalam kalender Jawa disebut bulan Suro, masyarakat menggelar tradisi sedekah bumi, yang merupakan salah satu bentuk ritual adat masyarakat di Jawa yang hingga kini masih dilestarikan.
Di Desa Grinting Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah,
Tradisi sedekah bumi biasa diadakan secara turun-temurun dari nenek moyang terdahulu, sebagai rasa syukur kepada Allah SWT atas hasil panen yang didapat, khususnya bagi kalangan petani.
Tradisi sedekah bumi, di Desa Grinting, diperingati dengan membawa arak-arakan sesaji lengkap dari hasil bumi pertanian, yang ditata rapi di atas tandu, yang diawali dengan prosesi kirab budaya dari lapangan Desa setempat menuju Balai Desa. Sebelum diarak keliling kampung, arak-arakan hasil bumi, salah satu tokoh agama mengkumandangkan Adzan terlebih dahulu.
Penduduk setempat menumpahkan ruah memadati jalaanan untuk menyaksikan gunungan hasil bumi yang diarak, lalu didoakan oleh sesepuh desa, membawa berkah bagi pertanian hasil bumi. Maka sesampainya di Balai Desa hasil bumi yang telah didoakan jadi rebutan warga.
Kepala Desa Grinting, Suhartono mengatakan, gelaran sedekah bumi bagi masyarakat di Desa Grinting, digelar sebagai rasa syukur atas limpahan hasil pertanian saat ini. Termasuk berharap, pada masa panen depan,.bisa memperoleh hasil pertanian yang baik termasuk harga yang baik juga.
Yang jelas pertama bersyukur kepada Allah SWT, kita hidup di dunia, kita makan dari hasil bumi. Yang kedua menampilkan kesenian tradisional. Dimana Desa Grinting memiliki sejumlah kesenian tradisional, seperti kesenian kuda lumping,” kata Suhartono, Sabtu (08/05/23) sore.
Kades Grinting mengungkapkan, bahwa sebenarnya acara sedekah bumi, sudah digelar sejak puluhan tahun silam. Namun, hasil bumi yang diarak keliling kampung baru digelar beberapa tahun terakhir.
“Sedekah bumi dengan menampilkan kesenian tradisional baru beberapa tahun ada. Harapannya, setiap tahun bisa digelar arak-arakan sedekah bumi di Desa Grinting,” harap Suhartono.
Sementara Tokoh Pemuda Desa Grinting Suwarno, menyambut baik digelarnya arak-arakan hasil bumi dengan menampilkan berbagai kesenian tradisional. Suwarno berharap, kegiatan ini bisa terus digelar, karena akan ada rasa kekompakan dan kebersamaan masyarakat khususnya pemuda di Desa Grinting.
“Kegiatan ini bisa menghibur masyarakat di Desa Grinting. Apalagi generasi milenial supaya tahu, bahwa kita punya budaya lokal yang harus selalu dipertahankan,” jelas Suwarno.
Acara sedekah bumi juga pembicara pengurus DPP Partai Demokrat, Marta Yandry Rachman. Yandry menjelaskan, Indonesia berkembang dan tumbuh dari keragaman budaya lokal. Budaya lokal inilah yang melahirkan gotong royong dan kebersamaan antarwarga.
“Maka acara ritual sedekah bumi yang dirangkaikan dengan acara-acara kesenian tradisional, sangat bermanfaat sekali untuk menjaga silaturahmi dan kegotongroyongan kebersamaan dan kebhinekaan. Seperti halnya yang telah ditunjukkan warga di Desa Grinting,” ungkap Yandry kepada awak media.
Dia menambahkan, bahwa dijaman serba teknologi modern, seiring berkembangnya budaya barat yang masuk, sangat bijak bila kesenian tradisional tetap digelar dimanapun, untuk selalu dilestarikan di berbagai daerah di Indonesia.
“Ini menunjukkan, kearifan lokal. Sehingga generasi kedepan akan selalu mengenal kearifan budaya lokal,” imbuh Yandry.
Anggota DPRD Brebes, Opy Ropiyah (berkerudung putih), menghadiri sedekah bumi di Desa Grinting Kecamatan Bulakamba.
Anggota DPRD Brebes, Opy Ropiyah (berkerudung putih), menghadiri sedekah bumi di Desa Grinting Kecamatan Bulakamba.
Anggota DPRD Brebes Opy Ropiyah menyambut baik acara sedekah bumi, dimana masyarakat khususnya petani di Desa Grinting masih mempertahankan ritual tradisi leluhur. Apalagi antusias ribuan masyarakat di Desa Grinting yang menyaksikan, menunjukkan masyarakat Desa Grinting sangat kagum dengan budaya lokal.
“Ini menunjukkan masyarakat disini tidak pernah lupa, bawah rezeki apa yang didapatkan, adalah dari Allah SWT. Saya berharap kedepannya para petani bisa mendapatkan hasil yang baik dimasa panen nanti , sehingga diharapkan bisa meningkatkan perekonomian keluarga” pungkas Opy.***
Pelayanan Sementara Kantor ATR/BPN Brebes, Pasca kebakaran.
Brebes – Pasca terjadinya kebakaran, Kantor Agraria dan Tata Ruang/ Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Kabupaten Brebes, kembali membuka layanan bagi masyarakat umum.
Guna pelayanan tetap berjalan, Untuk sementara sejak tanggal 17 Juli 2023 lalu, kantor pelayanan ATR/BPN Brebes pindah tempat di gedung Depo Arsip Dinas Arsip dan Perpustakaan di jalan Pusponegoro nomor 3A Brebes.
Kepala Kantor Pertanahan ATR/ BPN Brebes, Siyamto, menjelaskan, masyarakat yang berada di Wilayah Brebes agar segera melapor ke kantor pertanahan untuk memulihkan arsip hak aset tanah pasca terjadinya bencana kebakaran.
Sementara, hingga saat ini, baru ada sekitar 200 pemohon Pemulihan urusan pertanahan di Kabupaten Brebes, mendapatkan perlakuan khusus dari Badan Pertanahan Negara. Yakni, biaya nol rupiah dalam pelayanan pemilihan pertanahan berdasarkan Perkaban Nomor 6/ 2010. Isinya, tentang layanan penanganan rencana dan pengembalian hak-hak masyarakat atas aset tanah di wilayah bencana.
“Upaya tersebut, menjadi program BPN Brebes pasca insiden kebakaran Kantor, Jum’at (14/07/23) lalu,” kata Siyamto, Jumat (28/07/23) kemarin.
Dia mengungkapkan, meski menempati tempat pelayanan darurat sementara, pihaknya menegaskan,.pelayanan pertanahan terus berjalan. Bahkan, khusus pemohon pelayanan pertanahan yang sudah registrasinya terdampak kebakaran. Semua proses kelanjutannya, tidak kenai Pendapatan Negara Bukan Pajak khususnya pencetakan sertifikat. “Khusus pemohon urusan pertanahan yang berkasnya terdampak kebakaran, dipastikan terus berjalan. Namun, harus mengajukan permohonan pemulihan,” ungkap Siyamto.
Meski BPN harus kerja ekstra, lanjut Siyamto, semua pemohon urusan pertanahan dijamin terlayani. Sebab, semua proses pemulihan data pemohon sudah mulai berjalan. Bahkan, seluruh dokumen pertanahan sudah dipastikan alih media. Mengingat, selain punya data base elektronik di Kantor Kementerian Pertanahan sudah ada back up data scan upload.
“Artinya, semua data elektronik pertanahan yang sedang berproses sudah terekap. Sehingga, tinggal mengajukan layanan pemulihan,” jelas Siyamto.
Siyamto menuturkan, untuk berkas pemohon pemulihan layanan pertanahan yang tersimpan di Kantor BPN. Hingga kini, sedang diupayakan penerbitan sertifikat pengganti karena rusak atau terbakar. Menurutnya, jika biasanya ada biayanya PNBP Rp 150 ribu akibat insiden kemarin biayanya menjadi nol rupiah.
“Meski kerja BPN jadi dua kali, yakni harus bon blanko sertifikat pengganti dan mencetak ulang tapi semua sedang berproses,” tegasnya.
Siyamto menambahkan, berdasarkan akumulasi sementara layanan pertanahan sejak 17 Juli lalu. Tercatat, sebanyak 200 pengadu sudah mengajukan layanan pemulihan pertanahan. Bahkan, 94 dari 200 pemohon sudah dilakukan pengumuman deklaratoir dari BPN.
“Yakni, melalui pengumuman di Kantor BPN, kecamatan dan kelurahan atau desa. Mengingat, pengumuman tersebut menjadi tahapan proses penerbitan buku tanah pengganti sementara,” pungkasnya.***
Brebes – PJ Bupati Brebes Urip Sihabudin SH MH melantik dan mengambil sumpah Jabatan sebanyak 79 orang Pejabat pimpinan tinggi Pratama , Pejabat Administrator, pejabat Pengawas dan pejabat pencatatan sipil , disaksikan Asisten Sekda Bidang Admistrasi umum , Drs.Eko Supriyanto,M.Si dan Asisten Sekda Bidang pemerintahan
Drs.Khaerul Abidin MM Bertempat di pendopo Bupati Brebes Jum’at (28/07/2023)
PJ Bupati Brebes Urip Sihabudin SH MH melantik dan mengambil sumpah Jabatan PJ Bupati Brebes Urip Sihabudin SH MH mengucapkan selamat kepada bapak ibu yang baru saja dilantik dan dikukuhkan” Untuk itu kepada para pejabat yang baru dilantik ,saya ucapkan selamat dan sukses atas amanah yang baru diemban ini .
Saya minta kepada saudara untuk bekerja dengan semangat dan bertanggung jawab pada instansi masing-masing. Berikan kerja dan kinerja yang dedikasi dan loyalitas terbaik untuk memberikan pelayanan publik yang berkualitas dan prima Harapan saya selesaikan pelantikan ini saudara semua agar segera menyesuaikan dengan tugas pokok dan fungsi barunya”kata Urip Sihabudin
” Baru saja bapak ibu mengungkapkan fakta integritas ini menjadi sangat penting karena tuntutan masyarakat terhadap kinerja daripada birokrasi ini ,tidak hanya bagaimana kita melayani masyarakat dengan baik, tetapi juga diikuti dan dicukupi dengan bagaimana perilaku kita dalam melayani masyarakat cukup baik ,utamanya yang terkait dengan kita mengelola keuangan sangat baik”ungkap PJ Bupati Brebes
Lebih lanjut dikatakan PJ Bupati,kepada kepala Dindukcapil Kab Brebes Drs.Mayang Sri Herbimo ” mari kita bersama sama kita benahi masalah pencatatan data sipil ,agar kita bersama sama bisa membenahi Brebes dengan secara menyeluruh didahului dengan data kependudukan kita yang lebih baik “tutup PJ Bupati Brebes.**
Edarkan Uang Palsu, Dua Mahasiswa di Pekalongan Ditangkap Polisi
Dua mahasiswa berinisial MI (22) warga Wonopringgo dan MGFI (22) warga Kedungwuni ditangkap polisi.
Pekalongan – Dua mahasiswa berinisial MI (22) warga Wonopringgo dan MGFI (22) warga Kedungwuni ditangkap polisi. Keduanya dibekuk karena mengedarkan uang palsu di Kecamatan Paninggaran Kabupaten Pekalongan.
Kapolres Pekalongan AKBP Wahyu Rohadi, melalui Kapolsek Paninggaran AKP Agus Supriyono Senin (24/07/2023) mengatakan, modus para pelaku membeli 1 bungkus rokok di toko kelontong dengan uang palsu pecahan seratus ribuan.
Dia menjelaskan, pada Sabtu (22/07/2023) kedua pelaku menuju ke arah Paninggaran dengan maksud untuk mengedarkan uang palsu. Sekitar pukul 17.00, mereka sampai di toko kelontong di daerah Dukuh Mandelun, Desa Lambanggelun. Kemudian membeli 1 bungkus rokok dengan uang palsu senilai Rp 100.000, dengan tujuan mendapatkan kembalian dengan uang asli senilai Rp 75.000,-
“Para pelaku kemudian melanjutkan perjalanan dan berhenti kembali di toko kelontong di daerah Lambanggelun juga untuk melakukan aksi yang sama seperti sebelumnya. Dengan cara ini mereka akan mengedarkan uang palsu,” kata AKP Agus.
Aksi kedua pelaku, lanjur Agus, terbongkar, ketika pemilik warung menyadari bahwa uang yang mereka terima adalah uang palsu. Pemilik warung yang sudah menghubungi petugas Polsek Paninggaran kemudian menangkap para pelaku sebelum melakukan aksi selanjutnya.
Petugas Polsek Paninggaran kemudian melakukan pemeriksaan kedua pelaku. Benar saja, di dalam tas selempang yang dibawa MI, terdapat beberapa lembar uang palsu siap edar. Keduanya pun kemudian dibawa ke Polsek Paninggaran untuk proses lebih lanjut.
Dari tangan pelaku, petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa 3 bungkus rokok, 1 buah tas selempang warna hitam, uang palsu dengan jumlah senilai Rp 2.900.000, dengan rincian 29 lembar uang pecahan seratus ribu, uang asli dengan jumlah Rp 225.000, dan 1 buah handphone.
Kedua pelaku mengaku memperoleh uang palsu tersebut dengan membeli melalui aplikasi telegram. Keduanya dijerat dengan pasal 36 ayat 1 dan ayat 2 UU no 7 tahun 2011 tentang Mata Uang.**
Kasat Lantas Polres Brebes Edi Sukamto, menunjukkan barang bukti knalpot brong hasil Operasi Patuh Candi 2023.
Brebes – Selama Operasi Patuh Candi 2023, dari mulai tanggal 10 hingga 23 Juli 2023 kemarin. Jajaran Satlantas Polres Brebes berhasil menyita 1.356 knalpot tidak berstandar (brong).
Bahkan, catatan Satlantas Polres Brebes, terdapat 2.300 pelanggaran pengendara sepeda motor yang tidak mengenakan helm.
Hal ini dikatakan Kapolres Brebes AKBP Guntur Muhammad Tariq, melalui Kasat Lantas AKP Edi Sukamto, Senin (24/07/23) pagi, di Kantor Satlantas Polres Brebes.
“Knalpot brong ini tidak standar, sementara kita sita dan nantinya akan dilakukan pemusnahan,” kata Edi Sukamto, didampingi KBO Lantas Polres Brebes, Ipda Saeful Hidayat.
Kasat Lantas menambahkan, dari operasi yang digelar, terdapat 2.300 pengendara mendapat hadiah surat tilang, karena terbukti tidak memakai helm saat berkendara. Bahkan, dari jumlah total penindakan pelanggaran pengendara sepeda motor masih mendominasi.
Jumlah penindakan selama Operasi Patuh Candi sebanyak 600 pelanggaran tidak dilengkapi Tanda Nomor Kendaraan Bermotor. Kemudian, pelanggaran melawan arus sebanyak 20 pengendara.
“Dibandingkan tahun 2022, jumlah pelanggaran selama operasi patuh melonjak signifikan. Yakni, dari 75 pelanggaran (2022-red) sekarang tembus 878 pelanggar,” ungkap Edi Sukamto.
Berdasarkan presentasenya, lanjut Edi, jumlah pelanggaran selama Operasi Patuh Candi naik 316 persen. Namun, untuk jumlah kecelakaan selama 14 hari Ops Patuh Candi turun menjadi 54 persen. Jumlah laka, sebelum Ops Patuh Candi sebanyak 35 insiden dan turun menjadi 16 kasus selama Ops Patuh Candi.
“Untuk fatalitas korban laka, sebelum operasi tercatat 9 orang meninggal dunia. Sedangkan, selama operasi hanya dua orang MD,” jelas Edi Sukamto.
Dia menuturkan, selain mengoptimalkan edukasi tertib berlalu lintas di jalan raya. Pihaknya mengaku, terus melakukan penindakan ETLE tahun ini 5.792 pelanggar.
“Tujuannya, agar pengendara lebih patuh dan disiplin dalam berkendara di jalan raya,” pungkasnya.***
Brebes – Aksi pencurian sepeda motor terjadi di Kecamatan Ketanggungan Kabupaten Brebes, Sabtu (22/07/23) pagi, sekitar pukul 06.00 WIB.
Salah seorang pelaku, babak belur dimassa oleh puluhan orang dari beberapa desa di Kecamatan Ketanggungan yang geram, karena marak aksi pencurian sepeda motor.
Bahkan, aksi kemarahan warga menghakimi pelaku, videonya viral di media sosial (Medsos).
Beruntung, nyawa korban berhasil diselamatkan polisi dari Polsek Ketanggungan dan tim Resmob Satreskrim Polres Brebes.
Proses evakuasi pelaku, polisi harus ekstra keras, karena massa saat diamankan dikepung puluhan warga.
Kapolres Brebes AKBP Guntur Muhammad Tariq, melalui Kapolsek Ketanggungan AKP Suroto, membenarkan peristiwa tersebut.
“Awalnya warga di Desa Pamedaran, curiga ada 5 orang melintas dengan menggunakan sepeda motor, pada Sabtu (22/07/23) dinihari sekitar pukul 02.00 WIB. Namun, pengendara dua motor itu menuju ke arah Cikuesal Kidul dan Cikeusal Lor,” kata AKP Suroto, didampingi Kanit Reskrim Polsek Ketanggungan Aiptu Anggit Subagyo, Sabtu (22/07/23) petang, di Mapolres Brebes.
Kemudian, menurut Suroto, warga Desa Cikeusal Lor yang diberitahu langsung melakukan penghadangan. Namun, 5 orang malah kabur melarikan diri dan dua sepeda motor yang digunakan yakni Honda Vario dan Honda Beat ditinggal.
“Warga kemudian melakukan pengejaran dan berhasil mengamankan seorang bernama Herman alias Andres (30) warga Desa Kaplongaan, Kecamatan Karangampel, Kabupaten Indramayu Jawa Barat,” jelas AKP suroto.
Puluhan warga dari beberapa desa yang marah karena maraknya aksi pencurian sepeda motor. Geram dan melakukan pemukulan terhadap terduga pelaku.
“Beruntung kami yang datang ke lokasi berhasil mengevakuasi pelaku ke Mapolres Brebes,” ungkapnya.
Untuk sementara, pihak kepolisian mengamankan dua unit sepeda motor milik pelaku sebagai sarana kejahatan dan satu unit Honda CRV hasil kejahatan diwilayah Ketanggungan, beserta kunci T dan anak kunci palsu.
“Sementara kami dan Resmob Satreskrim Polres Brebes, tengah melakukan pengejaran terhadap pelaku lainnya yang melarikan diri,” tegas Kapolsek Ketanggungan.
Saat diinterogasi polisi, pelaku Herman mengaku, bahwa dirinya seorang residivis kasus yang sama dan pernah menjalani hukuman di Lapas Pemalang.
“Untuk di Brebes, saya dan teman-teman sudah melakukan pencurian 10 kali. Dan setiap aksinya saya mendapatkan bayaran sebesar Rp. 1 juta rupiah,” pungkasnya.***
Relatif hanya dalam beberapa tahun terakhir ini pemeliharaan lebah lebih dipusatkan atas dasar ilmiah. Dahulu, ada metode tradisional khusus yang harus diikuti untuk mengamankan panen madu tetapi mereka yang mempraktikkan metode tersebut tidak tahu alasan dan tujuannya. Namun sekarang, berkat pengamatan para ilmuwan hebat tentang kehidupan dan kebiasaan lebah, dan berkat kesabaran dan ketekunan mereka dalam memperhatikan pola hidup serangga ini, kita memiliki pengetahuan yang dapat membantu para pemelihara lebah mengganti tradisi lama yang serampangan dengan metode yang teratur dan bertujuan pasti.
Pemelihara lebah pemula, saat membaca karya-karya hebat tentang lebah dan kehidupannya, mungkin menjadi ragu apakah ia sanggup menyelami dunia luar biasa itu, dan apakah suatu hari nanti ia bisa menjadi mahir dalam seni dan praktik memelihara lebah. Saya tegaskan bahwa dengan kesabaran, kegigihan, dan ketekunan, ukuran keberhasilan bebas ditentukan oleh siapa saja yang berkarya menggunakan kecerdasannya.
Saya menghabiskan lebih banyak waktu dengan keluarga, lebih sering berolahraga, dan lebih lama tidur.
Keraguan dan kesulitan memang menghantui pemula, dan pertanyaan yang mereka lontarkan mungkin membuat para pakar tersenyum karena mengingatkan mereka pada aspirasi dan upaya mereka sendiri saat baru memulai. Namun, tidak ada alasan untuk berputus asa. Meskipun kekecewaan pasti timbul, tetapi harus diterima semata-mata sebagai pemacu untuk terus berupaya, sebagai langkah mewujudkan tujuan akhir kesuksesan.
Beberapa orang mungkin dengan acuh tak acuh beranggapan bahwa tidak ada lagi yang bisa diungkapkan atau dipelajari tentang lebah. Namun, faktanya, para ilmuwan sekalipun masih belum dapat memastikan fungsi dari organ-organ lebah, serta asal usul dan penyembuhan penyakit-penyakit lebah. Oleh karena itu, jika aspek komersial dari pemeliharaan lebah kita kesampingkan, sebenarnya masih banyak bidang minat dan penelitian yang terbuka untuk digali lebih dalam lagi oleh pemelihara lebah yang cerdas.
Relatif hanya dalam beberapa tahun terakhir ini pemeliharaan lebah lebih dipusatkan atas dasar ilmiah. Sebelumnya, metode tradisional harus diikuti untuk mengamankan panen madu, tetapi para praktisi tradisi ini tidak tahu mengapa dan untuk apa harus seperti itu. Namun sekarang, berkat pengamatan para ilmuwan hebat tentang kehidupan dan kebiasaan lebah, berkat kesabaran dan ketekunan mereka dalam memperhatikan cara serangga bekerja, kita memiliki pengetahuan yang memungkinkan pemelihara lebah di lapangan untuk mengurangi tradisi lama yang asal-asalan dan menggantinya dengan metode, keteraturan, dan tujuan yang pasti.
Pemelihara lebah pemula, saat membaca karya-karya hebat tentang lebah dan kehidupannya, mungkin menjadi ragu apakah ia sanggup menyelami dunia luar biasa itu, dan apakah suatu hari nanti ia bisa menjadi mahir dalam seni dan praktik memelihara lebah. Saya tegaskan bahwa dengan kesabaran, kegigihan, dan ketekunan, ukuran keberhasilan bebas ditentukan oleh siapa saja yang berkarya menggunakan kecerdasannya.
Keraguan dan kesulitan memang menghantui pemula, dan pertanyaan yang mereka lontarkan mungkin membuat para pakar tersenyum karena mengingatkan mereka pada aspirasi dan upaya mereka sendiri saat baru memulai. Namun, tidak ada alasan untuk berputus asa. Meskipun kekecewaan pasti timbul, tetapi harus diterima semata-mata sebagai pemacu untuk terus berupaya, sebagai langkah mewujudkan tujuan akhir kesuksesan.
Beberapa orang mungkin dengan acuh tak acuh beranggapan bahwa tidak ada lagi yang bisa diungkapkan atau dipelajari tentang lebah. Namun, faktanya, para ilmuwan sekalipun masih belum dapat memastikan fungsi dari organ-organ lebah, serta asal usul dan penyembuhan penyakit-penyakit lebah. Oleh karena itu, jika aspek komersial dari pemeliharaan lebah kita kesampingkan, sebenarnya masih banyak bidang minat dan penelitian yang terbuka untuk digali lebih dalam lagi oleh pemelihara lebah yang cerdas.
Relatif hanya dalam beberapa tahun terakhir ini pemeliharaan lebah lebih dipusatkan atas dasar ilmiah. Sebelumnya, metode tradisional harus diikuti untuk mengamankan panen madu, tetapi para praktisi tradisi ini tidak tahu mengapa dan untuk apa harus seperti itu. Namun sekarang, berkat pengamatan para ilmuwan hebat tentang kehidupan dan kebiasaan lebah, berkat kesabaran dan ketekunan mereka dalam memperhatikan cara serangga bekerja, kita memiliki pengetahuan yang memungkinkan pemelihara lebah di lapangan untuk mengurangi tradisi lama yang asal-asalan dan menggantinya dengan metode, keteraturan, dan tujuan yang pasti.
Pemelihara lebah pemula, saat membaca karya-karya hebat tentang lebah dan kehidupannya, mungkin menjadi ragu apakah ia sanggup menyelami dunia luar biasa itu, dan apakah suatu hari nanti ia bisa menjadi mahir dalam seni dan praktik memelihara lebah. Saya tegaskan bahwa dengan kesabaran, kegigihan, dan ketekunan, ukuran keberhasilan bebas ditentukan oleh siapa saja yang berkarya menggunakan kecerdasannya.
Keraguan dan kesulitan memang menghantui pemula, dan pertanyaan yang mereka lontarkan mungkin membuat para pakar tersenyum karena mengingatkan mereka pada aspirasi dan upaya mereka sendiri saat baru memulai. Namun, tidak ada alasan untuk berputus asa. Meskipun kekecewaan pasti timbul, tetapi harus diterima semata-mata sebagai pemacu untuk terus berupaya, sebagai langkah mewujudkan tujuan akhir kesuksesan.
Beberapa orang mungkin dengan acuh tak acuh beranggapan bahwa tidak ada lagi yang bisa diungkapkan atau dipelajari tentang lebah. Namun, faktanya, para ilmuwan sekalipun masih belum dapat memastikan fungsi dari organ-organ lebah, serta asal usul dan penyembuhan penyakit-penyakit lebah. Oleh karena itu, jika aspek komersial dari pemeliharaan lebah kita kesampingkan, sebenarnya masih banyak bidang minat dan penelitian yang terbuka untuk digali lebih dalam lagi oleh pemelihara lebah yang cerdas.