Brebes – Desa Losari Lor Kecamatan Losari Kabupaten Brebes melalui Kepala Desa Bp Nurokhman selaku koordinator donor darah menghimbau agar seluruh Warganya ,
Untuk Ikut berpartisipasi aktif dalam memberikan sumbangsihnya bagi masyarakat melalui donor darah, yang dilaksanakan Rabu (09/8/2023) di lobi Kantor Desa Losari Lor Kabupaten Brebes.
“Kegiatan yang bekerjasama dengan PMI Unit Transfusi Darah Kabupaten Brebes merupakan agenda rutin tiga bulanan yang melibatkan Para Perangkat Dan Warganya di lingkungan Desa Losari Lor Kabupaten Brebes.” kata Nurokhman.
Kegiatan ini terus dilaksanakan,untuk menumbuhkan kepedulian dan empaty kepada sesama yang membutuhkan bantuan, sekaligus membuat pola hidup sehat. dengan kegiatan donor rutin ini sesungguhnya akan membuat tubuh menjadi segar dan darah kita menjadi fresh.
“Dengan mendonorkan darah, kita tidak hanya membantu sesama manusia yang membutuhkan darah, tetapi juga berdampak pada kesehatan tubuh kita yang Insya Allah semakin sehat. Beberapa manfaat donor darah yang bisa dirasakan antara lain : menjaga kesehatan jantung dan membuat darah mengalir lebih lancar, meningkatkan produksi sel darah merah, cek rutin kesehatan, memperpanjang usia, dan membantu menyelamatkan nyawa,” ungkapnya.
Masih menurut lelaki yang gemar olahraga futsal ini menyatakankKegiatan donor darah ini, menurutnya, adalah kegiatan yang benar-benar positif, riil, dan sangat dibutuhkan sekali oleh warga yang saat ini terbaring sakit dibeberapa rumah sakit.
Disamping itu, kegiatan donor darah ini merupakan bukti nyata bahwa Desa Losari Lor sangat memberikan perhatian yang serius terhadap kebutuhan nyata warga masyarakat terkait minimnya persediaan darah di hampir semua rumah sakit.
Di pelaksanaan kegiatan donor darah tersebut terkumpul 21 buah kantong darah yang berasal dari Warga Dan Masyarakat..[ Untung ‘s ]
Brebes – Penjabat (Pj) Bupati Brebes Urip Sihabudin mengajak kepada para guru di wilayahnya, untuk dapat mencegah anak-anak agar tidak putus sekolah.
Menurut Urip, karena usia sekolah sudah seharusnya bersekolah sehingga harus dijaga keberlangsungannya dalam menempuh pendidikan.
“Untuk menjaganya, salah satunya dari guru yang lebih dekat peserta didik,” demikian disampaikan Urip saat melantik Pejabat Fungsional di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Brebes, di Gedung Korpri, Selasa (8/8/23).
Ketika menghadiri acara Hari Anak Nasional, Urip mengaku sangat terharu menyaksikan anak anak Sekolah Dasar yang sigap menjawab pertanyaan yang dilontarkan dirinya. Itu artinya, anak-anak sangat senang belajar, dan mampu berkomunikasi atas pendidikan dari guru.
“Sangat disayangkan, kalau mereka dalam usia sekolah terpaksa harus putus sekolah. Makanya, kita harus saling peduli, entah itu anak siapa kita harus saling menolong agar tidak putus sekolah,” jelas Urip.
Kalau mereka tidak punya sangu, lanjutnya, iapun meminta agar para guru, kepala sekolah, kepala desa, dan camat, dapat memerhatikan mereka, agar jangan sampai mereka putus sekolah.
“Koordinasikan dengan instansi terkait juga, seperti dengan Pemerintah melalui Sekretaris Daerah,” tutupnya.
Sebagai informasi, pelantikan dan pengambilan sumpah Pengangkatan Pertama Pejabat Fungsional di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Brebes sebanyak 475. Mereka diangkat berdasarkan SK Bupati Brebes nomor 821.2/1529 dan 821.2/1528 tahun 2023. Mereka terdiri dari 474 orang guru dan orang dari Dinas Catatan Sipil dan Kependudukan sebanyak 1 orang sebagai Pejabat Administrator Database Kependudukan atas nama Fiker Aofa Skom.
Pelantikan disaksikan Sekda Ir Djoko Gunawan MT, Asisten Sekda Bidang Pemerintahan Drs Khaerul Abidin MM, Asisten Sekda Bidang Administrasi Umum Drs Eko Supriyanto MSi, Staf Ahli bupati bidang Politik dan Pembangunan Untung Rizaludin MM, Inspektur Daerah Nur Ary HY MSi dan Kepala BKPSDMD Brebes Yuta Sugiharti SH.***
Dindikpora Brebes meminta kepada sekolah memberi sanksi jelas kepada pelajar yajg terlibat tawuran.
Brebes – Maraknya aksi tawuran melibatkan kalangan pelajar, yang akhir-akhir ini terjadi di wilayah Kabupaten Brebes, membuat keprihatinan semua pihak. Pasalnya, aksi tawuran pelajar dalam beberapa kasus yang terjadi l, menelan korban jiwa.
Untuk mengantisipasi dan mencegah terjadinya aksi tak terpuji tersebut, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Brebes menggelar rapat kordinasi bersama Dindikpora Cabang XI Provinsi Jateng, serta jajaran Polres Brebes dan DPRD Brebes, yang digelar diruang transit DPRD setempat, Senin (08/08)23) kemarin.
Rapat kordinasi antisipasi aksi tawuran pelajar.
Kepala Dindikpora Brebes, Caridah mengatakan, rakor dilaksanakan mengantisipasi aksi tawuran yang melibatkan pelajar. Meski diakui mayoritas kalangan pelajar SMA, namun saat ini berimbas melibatkan kalangan anak-anak SMP.
“Karenanya lewat rakor ini beberapa antisipasi tindakan preventif perlu dilakukan,”kata Caridah.
Berbagai upaya telah dilakukan pihaknya dalam mengantisipasi terjadinya aksi tawuran yang melibatkan pelajar. Salah satunya, melakukan sosialisasi kepada Kepala Sekolah (KS) dan guru Bimbingan Konseling (BK) agar melaksanakan pembinaan kepada siswa secara intent.
“Para guru juga harus melaksanakan kontrol terhadap HP siswa. Ini sebagai antisipasi adanya ajakan-ajakan yang mengarah ke arah tawuran . Apalagi banyak aksi tawuran berawal dari komunikas hpi melalui grup di medsos,” ungkap Caridah.
Menurut dia, bahwa pendidikan merupakan tanggung jawab bersama. Antara pemerintah, masyarakat dan orang tua. Karenaya, perlu adanya kerjasama dalam menangani kasus tawuran antar pelajar ini.
“Jujur kami merasa prihatin dengan kondisi generasi muda saat ini yang suka tawuran dan kenakalan remaja lainya,” jelas Caridah.
Beberapa langkah yang perlu dilakukan oleh sekolah, yakni memberikan sanksi yang jelas kepada pelajar yang terlibat tawuran, sebagai antisipasi dan mencegah kenakalan remaja yang semakin meningkat di Kabupaten Brebes.
“Kemudian, adanya komitmen antara sekolah dan siswa, dalam menggunakan HP secara bijak untuk media pembelajaran. Maka perlu dibuat surat pernyataan orang tua dan siswa jika HP bisa dibuka pihak sekolah tuk keamanan anak. Pihak Dindikpora juga mendukung langkah kepolisian, TNI, dan kejaksaan, yang ikut melakukan pembinaan ke sekolah -harus, seperti ikut menjadi pembina upacara yang digelar di sekolah-sekolah,” pungkasnya.***
Puluhan perahu mengiringi prosesi larung kepala kerbau dilaut.
Brebes – Indonesia memiliki beragam kekayaan budaya. Maka tak heran jika setiap daerahnya memiliki berbagai macam tradisi yang berbeda-beda.
Termasuk di Desa Pulogading, Kecamatan Bulakamba Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, yang memiliki tradisi budaya sedekah laut, yang diperingati setiap tahunnya di bulan Muharram atau istilahnya Suro pada kalender Jawa.
Warga desa yang telah berkumpul sedari pagi. Dari mulai anak-anak hingga orang dewasa tumpah ruah dalam acara sedekah laut. Sesaji berupa miniatur kapal yang berisi kepala kerbau, ayam, burung angsa dan berbagai macam hasil bumi diarak keliling desa sebelum kemudian dilarung ke tengah laut.
Dalam acara arak-arakan ini, juga diramaikan kesenian tradisional buroq dan panggung musik dorong sembari menyanyikan lagu-lagu dangdut khas Pantura.
Sementara saat prosesi larung sesaji ke tengah laut, terdapat puluhan perahu nelayan yang turut mengiringi. Dalam mengikuti tradisi sedekah laut ini, para nelayan menghiasi perahu-perahu mereka dengan beragam umbul-umbul dan hiasan lainnya, sehingga terkesan meriah.
Kepala Desa Pulogading, Tohadi mengatakan, jika sedekah laut diadakan sebagai ungkapan rasa syukur. Biasanya, ritual sedekah laut dilakukan dengan cara menghanyutkan sesaji kepala kerbau di laut, disambung dengan berbagai acara lainnya. Sedekah laut digelar sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan yang telah memberi rezeki kepada warga desa melalui laut.
“Ini sebagai ungkapan rasa syukur masyarakat di sini yang dikenal sebagai kampung nelayan . Harapannya, kedepan hasil tangkapan ikannya semakin baik sehingga bisa meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan warga Desa Pulogading,” kata Tohadi, Senin (07/08/23) pagi.
Sementara Ketua Panitia Casmadi mengungkapkan, bahwa Pesta Laut Desa Pulogading, selain sedekah laut berupa larung sesaji kepala kerbau, juga digelar wayang kulit hingga sandiwara. Kepala kerbau dipilih karena hewan tersebut dianggap sebagai hewan yang sakral .
“Acara ini sendiri bisa terlaksana dengan karena ada peran serta dari donatur, khususnya para juragan kapal,” ungkap Casmadi.
Wa’anto, Caleg Partai Nasdem daei dapil Kecamatan Bulakamba san Wanasari.
Sementara Wa”anto seorang Caleg DPRD Kabupaten Brebes, dari dapil Kecamatan Bulakamba dan Wanasari, yang turut andil dalam kegiatan sedekah laut mengatakan, kegiatan sedekah laut yang digelar itu meliputi semua aspek, dari budaya , ekonomi, dan pariwisata. Harapannya hasil tangkapan ikan di laut semakin meningkat.
“Kami mengapresiasi masyarakat di Desa Pulogading dan sekitarnya. Meski jaman saat ini serba modern, namun masyarakatnya tidak meninggalkan warisan budaya leluhur. Ini sebagai bentuk rasa syukur dan terima kasih kepada Allah SWT,” pungkas Wa’anto.****
Kapolres Brebes AKBP Guntur Muhammad Tariq saat memberikan pembinaan kepada puluhan remaja yang diamankan
Brebes – Polisi gabungan Polres Brebes, yakni timsus Kalong, tim Resmob Satreskrim Polres Brebes dan Polsek Tanjung, mengamankan puluhan ABG yang mayoritas pelajar dari Kabupaten Pemalang, Minggu (06/08/23) malam.
Diamankannya remaja tanggung ini, berawal dari laporan warga yang cemas dengan keberadaan puluhan anak muda di Desa Cigedog, tengah berkumpul.
Untuk mengantisipasi terjadinya hal yang tidak diinginkan, seperti aksi tawuran, polisi langsung menindaklanjuti dengan mendatangi markas berkumpulnya para ABG.
Kapolres Brebes AKBP Guntur Muhammad tariq, melalui ketua timsus Kalong Polres Brebes, Ipda Rukas Sigit mengatakan, total ada 67 remaja yang masih berstatus pelajar tengah berkumpul. Mayoritas mereka yakni pelajar asal Kabupaten Pemalang.
“Saat diinterogasi, mereka mengaku ke Brebes dengan menaiki truk (dayak), untuk menggelar silaturahmi dengan komunitas di Brebes, yang dikenalnya melalui medsos,” kata Rukas, didampingi Kanit Resmob Satreskrim Polres Brebes, Aiptu Titok Ambar Pramono, Senin (07/08/23) dinihari, di halaman Mapolres setempat.
Rukas menambahkan, bahwa dari total kesemuanya ada 6 remaja asal Brebes dilakukan penyelidikan lebih lanjut, dikarenakan menggunakan senjata tajam dan sebagai admin di media sosial.
“Ada dua senjata tajam berupa celurit yang kami sita dari tangan mereka. Termasuk satu bendera yang dibawa puluhan pelajar asal Pemalang,” jelas Rukas.
Polisi menurut Rukas, tegas bagi pembawa senjata tajam tidak sesuai peruntukannya atau tidak berhubungan dengan pekerjaan dia yang sah, sehingga akan di proses sesuai dengan Undang-undang Darurat nomor 12 tahun 1951.
“Sementara bagi puluhan pelajar lainnya, akan dilakukan pembinaan, termasuk memanggil orang tua dan guru” pungkasnya.***
Polsek Bulakamba dan tim Kalong Polres Brebes mengamankan lima orang anggota geng motor.
Brebes – Lima anggota geng motor berhasil diamankan petugas gabungan Polsek Bulakamba dan timsus Kalong Polres Brebes, Minggu (06/08/23) dinihari.
Kapolres Brebes AKBP Guntur Muhammad Tariq melalui Kapolsek Bulakamba Iptu Ibnu Setyadi, saat dikonfirmasi awak media membenarkan, pihaknya telah mengamankan 5 anggota geng motor, setelah warga melaporkan ke timsus Kalong Polres Brebes, akan adanya tawuran antar kelompok geng motor.
“Kami dari Polsek Bulakamba yang kebetulan tengah melakukan patroli, bersama tim Kalong akhirnya mencari keberadaan mereka dan berhasil kita amankan setelah dihadang di jalur Pantura Bulakamba.,” Kata Ibnu, Minggu (06/08/23) pagi.
Selanjutnya lima orang anggota geng motor digiring ke Mapolsek Bulakamba, guna pemeriksaan lebih lanjut. Namun, beber Ibnu, dari pengakuan geng motor sebelumnya mereka melakukan pesta miras terlebih dulu, sebelum nantinya akan melakukan aksi tawuran dengan kelompok geng motor lainnya.
“Mereka mengaku dari kelompok geng motor Moonraker. Yang kami sita ada 3 sepeda motor dan bendera bertuliskan Moonraker. Sementara kelima anggota geng motor kita beri pembinaan dan para orang tua kami panggil,” pungkasnya.***
Pemasangan papan imbauan untuk tidak melakukan pembakaran jerami maupun membuang puntung rokok di pinggir jalan tol.
Brebes – Mengantisipasi terjadinya kecelakaan lalu lintas akibat asap tebal dari pembakaran ilalang maupun jerami, menganggu jarak pandang pengemudi, yang disebabkan asap tebal pembakaran.
Seperti halnya, kecelakaan beruntun di ruas jalan Tol Pejagan – Pemalang, pada September tahun lalu, berbagai upaya dilakukan jajaran Satlantas Polres Brebes, Jawa Tengah.
Salah satunya yakni dengan melakukan pemasangan papan imbauan kepada warga di sepanjang pinggir jalan tol untuk tidak melakukan pembakaran ilalang maupun jerami. Termasuk imbauan kepada pengendara yang melintas untuk tidak membuang puntung rokok sembarangan di pinggir jalan tol.
Hal ini dikatakan Kapolres Brebes AKBP Guntur Muhammad Tariq, melalui Kasat Lantas AKP Edi Sukamto, usai menggelar rapat kordinasi bersama forum lalu lintas, selain Satlantas Polres Brebes, Bina Marga Provinsi Jateng, Dishub Brebes, Tim Damkar Kabupaten Brebes, serta pihak PPTR, di Kantor PPTR Gerbang Tol Brebes Timur, Jumat (04/08/23) lalu.
Kasat Lantas Polres Brebes AKP Edi Sukamto mengatakan, rapat kordinasi bersama forum lalu lintas digelar untuk melakukan analisa dan evaluasi, kejadian kecelakaan lalu lintas di tahun 2022 lalu, di jalan tol yang disebabkan oleh asap tebal hasil pembakaran ilalang maupun jerami.
“Kita ketahui, pada musim kemarau tahun lalu, banyak terjadi kebakaran ilalang dan jerami. Untuk itu, kejadian serupa tidak kembali terjadi,” kata Edi Sukamto.
Untuk itu, Pihak Satlantas Polres Brebes, bersama PPTR akan melakukan kordinasi dengan Dinas Pertanian dan dinas terkait lainnya, supaya tidak ada lagi kebakaran yang terjadi di pinggir jalan tol.
“Harapan kita agar wilayah Brebes yang dilalui jalur tol trans Jawa, bebas dari asap kebakaran yang bisa menganggu jarak pandang pengemudi,” pungkasnya.***
Gunungan hasil bumi diarak keliling kampung dib Desa Grinting Kecamatan Bulakamba.
Brebes – Memasuki bulan Muharram atau dalam kalender Jawa disebut bulan Suro, masyarakat menggelar tradisi sedekah bumi, yang merupakan salah satu bentuk ritual adat masyarakat di Jawa yang hingga kini masih dilestarikan.
Di Desa Grinting Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah,
Tradisi sedekah bumi biasa diadakan secara turun-temurun dari nenek moyang terdahulu, sebagai rasa syukur kepada Allah SWT atas hasil panen yang didapat, khususnya bagi kalangan petani.
Tradisi sedekah bumi, di Desa Grinting, diperingati dengan membawa arak-arakan sesaji lengkap dari hasil bumi pertanian, yang ditata rapi di atas tandu, yang diawali dengan prosesi kirab budaya dari lapangan Desa setempat menuju Balai Desa. Sebelum diarak keliling kampung, arak-arakan hasil bumi, salah satu tokoh agama mengkumandangkan Adzan terlebih dahulu.
Penduduk setempat menumpahkan ruah memadati jalaanan untuk menyaksikan gunungan hasil bumi yang diarak, lalu didoakan oleh sesepuh desa, membawa berkah bagi pertanian hasil bumi. Maka sesampainya di Balai Desa hasil bumi yang telah didoakan jadi rebutan warga.
Kepala Desa Grinting, Suhartono mengatakan, gelaran sedekah bumi bagi masyarakat di Desa Grinting, digelar sebagai rasa syukur atas limpahan hasil pertanian saat ini. Termasuk berharap, pada masa panen depan,.bisa memperoleh hasil pertanian yang baik termasuk harga yang baik juga.
Yang jelas pertama bersyukur kepada Allah SWT, kita hidup di dunia, kita makan dari hasil bumi. Yang kedua menampilkan kesenian tradisional. Dimana Desa Grinting memiliki sejumlah kesenian tradisional, seperti kesenian kuda lumping,” kata Suhartono, Sabtu (08/05/23) sore.
Kades Grinting mengungkapkan, bahwa sebenarnya acara sedekah bumi, sudah digelar sejak puluhan tahun silam. Namun, hasil bumi yang diarak keliling kampung baru digelar beberapa tahun terakhir.
“Sedekah bumi dengan menampilkan kesenian tradisional baru beberapa tahun ada. Harapannya, setiap tahun bisa digelar arak-arakan sedekah bumi di Desa Grinting,” harap Suhartono.
Sementara Tokoh Pemuda Desa Grinting Suwarno, menyambut baik digelarnya arak-arakan hasil bumi dengan menampilkan berbagai kesenian tradisional. Suwarno berharap, kegiatan ini bisa terus digelar, karena akan ada rasa kekompakan dan kebersamaan masyarakat khususnya pemuda di Desa Grinting.
“Kegiatan ini bisa menghibur masyarakat di Desa Grinting. Apalagi generasi milenial supaya tahu, bahwa kita punya budaya lokal yang harus selalu dipertahankan,” jelas Suwarno.
Acara sedekah bumi juga pembicara pengurus DPP Partai Demokrat, Marta Yandry Rachman. Yandry menjelaskan, Indonesia berkembang dan tumbuh dari keragaman budaya lokal. Budaya lokal inilah yang melahirkan gotong royong dan kebersamaan antarwarga.
“Maka acara ritual sedekah bumi yang dirangkaikan dengan acara-acara kesenian tradisional, sangat bermanfaat sekali untuk menjaga silaturahmi dan kegotongroyongan kebersamaan dan kebhinekaan. Seperti halnya yang telah ditunjukkan warga di Desa Grinting,” ungkap Yandry kepada awak media.
Dia menambahkan, bahwa dijaman serba teknologi modern, seiring berkembangnya budaya barat yang masuk, sangat bijak bila kesenian tradisional tetap digelar dimanapun, untuk selalu dilestarikan di berbagai daerah di Indonesia.
“Ini menunjukkan, kearifan lokal. Sehingga generasi kedepan akan selalu mengenal kearifan budaya lokal,” imbuh Yandry.
Anggota DPRD Brebes, Opy Ropiyah (berkerudung putih), menghadiri sedekah bumi di Desa Grinting Kecamatan Bulakamba.
Anggota DPRD Brebes, Opy Ropiyah (berkerudung putih), menghadiri sedekah bumi di Desa Grinting Kecamatan Bulakamba.
Anggota DPRD Brebes Opy Ropiyah menyambut baik acara sedekah bumi, dimana masyarakat khususnya petani di Desa Grinting masih mempertahankan ritual tradisi leluhur. Apalagi antusias ribuan masyarakat di Desa Grinting yang menyaksikan, menunjukkan masyarakat Desa Grinting sangat kagum dengan budaya lokal.
“Ini menunjukkan masyarakat disini tidak pernah lupa, bawah rezeki apa yang didapatkan, adalah dari Allah SWT. Saya berharap kedepannya para petani bisa mendapatkan hasil yang baik dimasa panen nanti , sehingga diharapkan bisa meningkatkan perekonomian keluarga” pungkas Opy.***
Seorang pemohon SIM C, tengah melakukan uji praktik di lintasan huruf ‘S’ di halaman Kantor Satlantas Polres Brebes.
BREBES- Kebijakan Korlantas yang melakukan perubahan materi dalam ujian praktik surat izin mengemudi (SIM) untuk kendaraan sepeda motor (SIM C). Perubahan dilakukan menyusul arahan dari Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, mengevaluasi ujian praktik SIM C model lintasan zig-zag dan angka 8, yang dinilai menyulitkan dan tidak relevan.
Kebijakan ini, mulai diterapkan di Jajaran Satlantas Polres Brebes, Jawa Tengah, Jumat (04/08/23) ini, yang merubah sirkuit lintasan untuk ujian praktik pembuatan SIM C, diganti dengan menggunakan lintasan berbentuk huruf ‘S’ mengganti manuver lintasan zig-zag dan angka 8.
Seperti terlihat saat ini di halaman Kantor Satlantas Polres Brebes, yang telah merubah bentuk lintasan dari zig-zag dan angka 8, diganti lintasan berbentuk huruf ‘S’ yang lebih lebar dan lebih mempermudah pemohon SIM C dalam ujian praktik.Kapolres Brebes AKBP Guntur Muhammad Tariq melalui Kasat Lantas AKP Edi Sukamto, mengatakan, perubahan lintasan dari zig-zag dan angka 8, diganti dengan lintasan huruf ‘S’ yang diberlakukan mulai hari ini, sesuai dengan arahan Kakorlantas.
Kapolres Brebes AKBP Guntur Muhammad Tariq melalui Kasat Lantas AKP Edi Sukamto, mengatakan, perubahan lintasan dari zig-zag dan angka 8, diganti dengan lintasan huruf ‘S’ yang diberlakukan mulai hari ini, sesuai dengan arahan Kakorlantas.
“Ini menyikapi dan menindaklanjuti Jukrah dari Kakorlantas terkait perubahan uji praktek SIM. Hari ini sudah dilakukan perubahan yang terbaru dari yang tadinya angka 8 sekarang membentuk huruf S,” kata Kasat Lantas AKP Edi Sukamto yang didampingi oleh Baur SIM Aipda Samanhudi.
Kasat Lantas Polres Brebes AKP Edi Sukamto.
Edi Sukamto menjelaskan, perubahan tersebut dilakukan sebagai upaya untuk mempermudah masyarakat dalam mengikuti uji praktek SIM.
“Intinya ini dilakukan untuk mempermudah masyarakat pemohon SIM namun tidak mengurangi kompetensi yang bersangkutan,” jelasnya.
Ditambahkan Kasat lantas, terkait adanya perubahan tersebut, pihaknya akan mensosialisasikan dan memberikan kesempatan kepada masyarakat sekitar yang ingin mencoba maupun mengikuti pelatihan. Uji latihan sendiri, akan dilaksanakan setiap Sabtu sore.
“Selain kita sosialisasikan, bagi masyarakat sekitar juga bisa mengikuti pelatihan yang dilaksanakan setiap Sabtu sore. Intinya, perubahan dilakukan sebagai upaya untuk mempermudah dalam memberikan pelayanan bagi masyarakat pemohon SIM,” pungkasnya.***
Brebes – Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) terjadi di Jalur Lingkar Utara (Jalingkut) Brebes, Jawa Tengah, Rabu (02/08/23) siang.
Peristiwa kecelakaan, antara sepeda motor dengan nomor polisi E 4866 PAZ dengan truk box dengan nomor polisi H 4135 MW, mengakibatkan pengendara sepeda motor yang berboncengan tewas dilokasi kejadian.
Akibat peristiwa kecelakaan tersebut, membuat arus lalu lintas di Jalingkut Brebes, sempat tersendat beberapa saat.
Petugas kepolisian, dari Unit Gakkum Satlantas Polres Brebes, yang mendapatkan laporan, langsung melakukan olah tempat kejadian perkara dan mengevakuasi korban tewas ke RS Bhakti Asih Brebes.
Humas RS Bhakti Asih Brebes Iqbal Syafrudin saat dikonfirmasi media, mengajukan permohonan telah menerima 2 jenazah korban kecelakaan lalu lintas di jalingkut Brebes.
“Memang benar, kami menerima 2 jenazah korban kecelakaan dari pihak Satlantas Polres Brebes,” kata Iqbal.
Untuk identitas korban meninggal dunia yakni, Endi (45), dan Junaedi (31), keduanya merupakan warga Desa Krangkeng Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu Jawa Barat.
“Saat ini jenazah disemayamkan di kamar jenazah Rumah Sakit Bhakti Asih Brebes. Kami masih menunggu pihak keluarga untuk jemput jenazah yang dibawa ke daerah asalnya di Indramayu,” tulisnya.
Sementara untuk mengetahui kronologis kejadian kecelakaan, Kasat Lantas Polres Brebes AKP Edi Sukamto, saat dihubungi awak media melalui pesan WhatsApp, belum merespon soal kronologis kejadian.***
Tim Resmob Polres Brebes saat berada dilokasi penemuan bayi tercebur sumur.
BREBES – Warga Desa Penggarutan Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, digegerkan dengan adanya bayi berusia 20 hari, tewas tercebur sumur didalam gudangnya sendiri, Kamis (08/03/23) dinihari, sekitar pukul 02.30 WIB.
Bayi laki-laki bernama Ardani Alfarisqi, merupakan anak pasangan Muhammad Alif Romadhoni (30) dan Siti Saropah (28), ditemukan pertama kali oleh tetangganya yang ikut melakukan pencarian.
Dari laporan yang dihimpun, awalnya korban tidur diapit ibu dan neneknya. Lalu, tiba-tiba ibu korban terbangun dan sudah tidak mendapatkan bayinya yang dibeli melalui operasi Caesar, ditambah tidurnya.
Ayah korban yang ikut terbangun, lalu bersama warga melakukan pencarian, hingga akhirnya korban ditemukan tetangganya sudah dalam keadaan mengapung di dalam sumur gudang.
Kejadian ini pun dilaporkan ke Polsek Bumiayu dan polisi yang datang ke lokasi langsung melakukan olah TKP. Termasuk meminta keterangan orang tua korban dan keluarganya.
Kasus penemuan bayi tercebur sumur, langsung ditangani Polsek Bumiayu dan Tim Resmob Polres Brebes.***
Kelima remaja yang diamankan merupakan anggota genk motor dari Kecamatan Lebaksiu Tegal.
Lima remaja diamankan Tim Khusus (Timsus) “Kalong” Polres Brebes bersama Polsek Jatibarang, disekitar Rumah Sakit Bhakti Asih Kecamatan Jatibarang Kabupaten Brebes, Rabu (2/8/2023).
BREBES – Lima remaja mengamankan Tim Khusus (Timsus) “Kalong” Polres Brebes bersama Polsek Jatibarang, disekitar Rumah Sakit Bhakti Asih Kecamatan Jatibarang Kabupaten Brebes, Rabu (2/8/2023). Mereka diciduk karena diduga akan tawurun di antara anggota geng motor.
Kapolres Brebes AKBP Guntur Muhammad Tariq mengatakan, kelima remaja yang diamankan merupakan anggota genk motor dari Kecamatan Lebaksiu Tegal. Mereka yang akan tawuran dengan sesama geng motor Pagerbarang Tegal.
“Modus operandi yang dilakukan mereka yaitu dengan saling tantang melalui Media Sosial (Instagram) dari masing-masing Admin geng motor tersebut,” kata Guntur M Tariq yang didampingi Kapolsek Jatibarang AKP Budi Supartoyo.
Menurut dia, penangkapan tersebut berawal dari laporan masyarakat kepada Timsus Kalong, bahwa di sekitar lokasi terdapat sekelompok remaja nongkrong sambil membawa senjata tajam.
Mendapat informasi tersebut, lanjut Guntur, Timsus Kalong Polres Brebes yang berkordinasi dengan Polsek Jatibarang bergerak cepat dan langsung mengamankan 5 orang remaja. Dari penggeledahan yang dilakukan didapati 3 pucuk senjata tajam dan ikut diamankan 2 unit sepeda motor.
“Kelima remaja dan barang bukti selanjutnya dibawa ke Mapolsek Jatibarang untuk pemeriksaan lebih lanjut,” jelasnya.
Kapolres menegaskan, bahwa dimohonkan akan menindak segala tindak pidana dan gangguan keamanan yang meresahkan masyarakat.
Timsus Kalong sendiri memang dibentuk untuk memberantas kejahatan jalanan pada malam hari. Sehingga masyarakat Brebes bisa merasa aman.
Pihaknya juga mengimbau kepada masyarakat agar meningkatkan pengawasan terhadap anaknya yang masih berusia remaja. Sehingga tidak terlibat aksi kenakalan remaja seperti tawuran dan perbuatan negatif lainnya.
“Kepada masyarakat silahkan hubungi nomor hotline Timsus Kalong atau juga bisa langsung nomor pribadi Kapolres yang sudah di-share untuk melaporkan apabila ada mengetahui adanya gangguan kriminalitas atau kamtibmas,” pungkasnya.**
Brebes – Wali murid di SMA Negeri 2 Brebes mengeluhkan mahalnya harga seragam yang dijual di toko yang ada di sekolah. Dia harus merogoh kocek hingga Rp 1,7 juta untuk menebus seragam tersebut.
Keluhan disampaikan oleh salah seorang wali murid siswa SMAN 2 Brebes. Orang tua murid yang tidak mau disebut namanya itu mengaku membeli bahan seragam di toko Teratai SMANDA Brebes sebesar Rp 1.733.000. Uang tersebut untuk pembelian kain bahan pakaian OSIS, pramuka, seragam khusus, logo, topi, dasi, ikat pinggang dan lainnya.
Dia memerinci, untuk satu bahan satu setel seragam sekolah baik OSIS, pramuka dan seragam dihargai khusus masing-masing kisaran Rp 200 ribu. Harga yang dibayar itu, kata orang tua murid, hanya membayar pembelian berupa kain, sehingga orang tua harus mengeluarkan biaya tambahan untuk ongkos jahit.
“Saya beli di toko Teratai SMANDA Rp.1,7 juta untuk membeli kain seragam tiga setel, baju olah raga dan aneka atribut. Lumayan mahal, karena belum harus mengeluarkan biaya menjahit. Satu setel (ongkos jahitnya) bisa mencapai Rp 100 ribu,” kata orang tua siswa tersebut saat ditemui di rumahnya, sambil menunjukkan kuitansi pembelian, Senin siang (31/7/2023).
Dia membandingkan, harga bahan seragam di sekolah tergolong mahal jika dibanding beli di toko luar sekolah. Menurut dia, harga satu setel seragam OSIS dan pramuka tidak melebihi Rp. 200 ribu. Harga tersebut sudah berupa pakaian jadi.
“Di toko-toko perlengkapan sekolah itu seragam sudah jadi, bahannya bagus harganya cuman Rp 160 ribu. Kalau beli di toko itu hampir bisa buat beli dua seragam,” katanya menambahkan
Hanya saja, wali murid tersebut mengaku tidak bisa berbuat banyak. Sebab pembelian seragam di toko yang berada di sekolah itu menjadi satu paket dengan daftar ulang, orang tua pun terpaksa membeli di koperasi sekolah.
“Jadi saat daftar ulang itu, saya disuruh ke koperasi. Di situ harus bayar Rp 1,7 juta untuk beli seragam. Jadi memang daftar ulang dengan pembelian seragam itu satu rangkaian,” beber wali murid ini.
Terkait hal itu, Awak media mencoba menemui Kepala Sekolah SMAN 2 Brebes, Royani. Hanya saja petugas penerima tamu yang mengaku bernama Titin menyebut kepala sekolah tidak berada di tempat dan hanya meminta wartawan mengisi buku tamu.
Kepala sekolah maupun wakilnya juga tidak merespon saat dihubungi melalui sambungan telepon dan WhatsApp.***
Tim Kalong Polres Brebes, disela patroli jalanan untuk menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat di Kabupaten Brebes.
Brebes – Anggota kepolisian dari Resmob Satreskrim dan Sabhara Polres Brebes, yang tergabung dalam tim khusus (timsus) Kalong Polres Brebes, gencar melakukan patroli jalan raya, mengantisipasi terjadinya aksi kejahatan yang dilakukan oleh sekelompok geng motor.
Dengan peralatan lengkap, 15 anggota tim Kalong, Minggu (30/07/23) malam, melakukan patroli jalanan di sejumlah titik wilayah perkotaan Brebes. Diantaranya, daerah yang disisir yakni pusat keramaian, alun-alun, jalan simpang tiga atau simpang empat hingga jalan lingkar utara.
Timsus Kalong pun sempat membubarkan sejumlah kelompok pemuda yang kemungkinan sedang pesta minuman keras. Sebelum dibubarkan, mereka diberikan edukasi dan diminta untuk pulang ke rumah masing-masing.
Kapolres Brebes AKBP Guntur Muhammad Tariq, melalui ketua timsus Kalong Polres Brebes, Ipda Rukas Sigit, mengatakan, bahwa patroli digelar untuk menjaga keamanan nyaman dimasyarakat
“Patroli ini untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat, memantau situasi disekitar Kota Brebes dan Pemukiman Penduduk yang rawan terjadinya gangguan keamanan di wilayah hukum Polres Brebes,” kata Rukas.
Menurutnya, pada tengah malam aktifitas masyarakat di Kota Brebes mulai sepi, sehingga dapat menimbulkan kerawanan- kerawanan, yang dapat menimbulkan terjadinya gangguan keamanan.
“Kegiatan patroli merupakan salah satu upaya preventif guna mencegah terjadinya gangguan keamanan, dengan adanya patroli dapat mengurungkan niat pelaku kejahatan yang berniat ingin melakukan kejahatan,” tegas Rukas.
Dalam giat Patroli Timsus Kalong Polres Brebes melakukannya dengan menggunakan sepeda motor dan mobil memutari wilayah Kota Brebes.
“Kepada masyarakat juga kami himbau apabila ada menemukan ataupun melihat peristiwa kejahatan ataupun peristiwa pidana, segera melapor atau memberikan Informasi ke Polres Brebes atau Polsek terdekat. Mari kita jaga bersama Kabupaten Brebes agar selalu aman dan kondusif,” pungkasnya.***
Kapolsek Banjarharjo AKP Prapto, menunjukkan barang bukti hewan ternak yang dicuri.
Brebes – Aksi pencurian hewan ternak kambing di Kecamatan Banjarharjo Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, berhasil digagalkan petugas kepolisian Polsek Banjarharjo, Polres Brebes, yang tengah melakukan patroli, pada Jumat (28/07/23) dinihari lalu, sekitar pukul 02.30 WIB.
Kapolres Brebes AKBP Guntur Muhammad Tariq, melalui Kapolsek Banjarharjo AKP Prapto, saat dikonfirmasi awak media membenarkan peristiwa pencurian hewan ternak milik seorang peternak asal Desa Tegalreja, Kecamatan Banjarharjo, M. Nasrullah.
“Terungkapnya aksi pencurian hewan ternak, disaat petugas patroli, mencurigai ada dua orang tak dikenal mengendarai sepeda motor, membawa bungkusan karung dan sarung berisi barang mencurigakan,” kata AKP Prapto, Minggu (30/07/23) pagi.
Oleh petugas lalu, dilakukan pengejaran sampai jalan Desa Ciawi Kecamatan Kersana, dua orang berboncengan sepeda motor, lalu barang bawaan dibuang dipinggir jalan.
“Setelah diperiksa, anggota kami, ternyata berisi 4 ekor kambing dalam bungkusan karung dan sarung,” ungkap AKP Prapto.
Empat ekor kambing lalu diserahkan kepemilikannya. Polisi lalu melakukan olah tempat kejadian perkara dan melakukan pengejaran yang diduga dilakukan 2 pelaku.
“Kami menghimbau kepada peternak, untuk mengkunci kandang ternak agar terhindar dari aksi pencurian,” pungkasnya.***