Kantor BPN Brebes lakukan pelayanan darurat sementara.

Pelayanan Sementara Kantor ATR/BPN Brebes, Pasca kebakaran.

Brebes – Pasca terjadinya kebakaran, Kantor Agraria dan Tata Ruang/ Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Kabupaten Brebes, kembali membuka layanan bagi masyarakat umum.

Guna pelayanan tetap berjalan, Untuk sementara sejak tanggal 17 Juli 2023 lalu, kantor pelayanan ATR/BPN Brebes pindah tempat di gedung Depo Arsip Dinas Arsip dan Perpustakaan di jalan Pusponegoro nomor 3A Brebes.

Kepala Kantor Pertanahan ATR/ BPN Brebes, Siyamto, menjelaskan, masyarakat yang berada di Wilayah Brebes agar segera melapor ke kantor pertanahan untuk memulihkan arsip hak aset tanah pasca terjadinya bencana kebakaran.

Sementara, hingga saat ini, baru ada sekitar 200 pemohon Pemulihan urusan pertanahan di Kabupaten Brebes, mendapatkan perlakuan khusus dari Badan Pertanahan Negara. Yakni, biaya nol rupiah dalam pelayanan pemilihan pertanahan berdasarkan Perkaban Nomor 6/ 2010. Isinya, tentang layanan penanganan rencana dan pengembalian hak-hak masyarakat atas aset tanah di wilayah bencana.

“Upaya tersebut, menjadi program BPN Brebes pasca insiden kebakaran Kantor, Jum’at (14/07/23) lalu,” kata Siyamto, Jumat (28/07/23) kemarin.

Dia mengungkapkan, meski menempati tempat pelayanan darurat sementara, pihaknya menegaskan,.pelayanan pertanahan terus berjalan. Bahkan, khusus pemohon pelayanan pertanahan yang sudah registrasinya terdampak kebakaran. Semua proses kelanjutannya, tidak kenai Pendapatan Negara Bukan Pajak khususnya pencetakan sertifikat.
“Khusus pemohon urusan pertanahan yang berkasnya terdampak kebakaran, dipastikan terus berjalan. Namun, harus mengajukan permohonan pemulihan,” ungkap Siyamto.

Meski BPN harus kerja ekstra, lanjut Siyamto, semua pemohon urusan pertanahan dijamin terlayani. Sebab, semua proses pemulihan data pemohon sudah mulai berjalan. Bahkan, seluruh dokumen pertanahan sudah dipastikan alih media. Mengingat, selain punya data base elektronik di Kantor Kementerian Pertanahan sudah ada back up data scan upload.

“Artinya, semua data elektronik pertanahan yang sedang berproses sudah terekap. Sehingga, tinggal mengajukan layanan pemulihan,” jelas Siyamto.

Siyamto menuturkan, untuk berkas pemohon pemulihan layanan pertanahan yang tersimpan di Kantor BPN. Hingga kini, sedang diupayakan penerbitan sertifikat pengganti karena rusak atau terbakar. Menurutnya, jika biasanya ada biayanya PNBP Rp 150 ribu akibat insiden kemarin biayanya menjadi nol rupiah.

“Meski kerja BPN jadi dua kali, yakni harus bon blanko sertifikat pengganti dan mencetak ulang tapi semua sedang berproses,” tegasnya.

Siyamto menambahkan, berdasarkan akumulasi sementara layanan pertanahan sejak 17 Juli lalu. Tercatat, sebanyak 200 pengadu sudah mengajukan layanan pemulihan pertanahan. Bahkan, 94 dari 200 pemohon sudah dilakukan pengumuman deklaratoir dari BPN.

“Yakni, melalui pengumuman di Kantor BPN, kecamatan dan kelurahan atau desa. Mengingat, pengumuman tersebut menjadi tahapan proses penerbitan buku tanah pengganti sementara,” pungkasnya.***

MBAK PARAMITHA WIDYA KUSUMA, SIAPKAN BEASISWA BAGI KONTINGEN BREBES PORPROV 2023

Mbak Paramitha Widya Kusuma, Siapkan Beasiswa Bagi Kontingen Brebes Porprov 2023

Brebes – Mbak Paramitha Widya Kusuma, Siapkan Beasiswa Bagi Kontingen Brebes Porprov 2023.Sejumlah beasiswa telah disiapkan untuk para atlet bagi kontingen Kabupaten Brebes yang akan berlaga di ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah XVI 2023, medali khusus peraih.

Hal itu disampaikan Anggota DPR RI asal Kabupaten Brebes Paramitha Widya Kusuma, di sela-sela pelapasan Kontingen Kabupaten Brebes Porprov Jateng XVI 2023, di Pendopo Brebes, Kamis 28 Juli 2023 malam.Mbak Paramitha Widya Kusuma, Siapkan Beasiswa Bagi Kontingen Brebes Porprov 2023.

Mbak Paramitha Widya Kusuma, Siapkan Beasiswa Bagi Kontingen Brebes Porprov 2023

Dimana ada 108 atlet dan 24 official dari 21 cabang olahraga yang akan di junkan di Porprov Jateng di Pati Raya.
Anggota Komisi VII DPR RI berharap atlet Brebes bisa mengharumkan nama baik Brebes. Untuk itu, dia berharap atlet yang dipertaruhkan bisa memperoleh medali.

“Apalagi bisa meraih medali emas, tentunya saya sangat senang sekali dan sangat mengapresiasi, untuk para atlet Brebes,” kata Paramitha didampingi Caleg DPR RI Shintya Sandra Kusuma.

Sebagai bentuk apresiasi kepada atlet Kabupaten Brebes yang berprestasi Paramitha akan memberikan hadiah bea siswa.

“Pemberian bonus bea siswa, sebagai apresiasi kepada atlet berprestasi. Harapanya agar atlet tersebut tidak pindah ke daerah lain dan tetap membawa nama Kabupaten Brebes, di kancah olahraga” ungkap Paramitha.

Kepala Dindikpora Brebes Caridah menambakan, ucapan terima kasih atas empati yang diberikan Paramita Widya Kusuma. Diharapkan, dengan reward tersebut, atlet tidak pindah daerah dan tetap membela Kabupaten Brebes.

“Tentunya kami sangat-sangat memberikan apresiasi. Karena bea siswa yang akan diberikan, sangat membantu anak-anak kita yang masih menempuh pendidikan baik di SMP, SMA maupun di perguruan tinggi,”***

PJ Bupati Brebes Urip Sihabudin SH MH melantik dan mengambil sumpah Jabatan

Brebes – PJ Bupati Brebes Urip Sihabudin SH MH melantik dan mengambil sumpah Jabatan sebanyak 79 orang Pejabat pimpinan tinggi Pratama , Pejabat Administrator, pejabat Pengawas dan pejabat pencatatan sipil , disaksikan Asisten Sekda Bidang Admistrasi umum , Drs.Eko Supriyanto,M.Si dan Asisten Sekda Bidang pemerintahan

Drs.Khaerul Abidin MM Bertempat di pendopo Bupati Brebes
Jum’at (28/07/2023)

PJ Bupati Brebes Urip Sihabudin SH MH melantik dan mengambil sumpah Jabatan
PJ Bupati Brebes Urip Sihabudin SH MH mengucapkan selamat kepada bapak ibu yang baru saja dilantik dan dikukuhkan” Untuk itu kepada para pejabat yang baru dilantik ,saya ucapkan selamat dan sukses atas amanah yang baru diemban ini .

Saya minta kepada saudara untuk bekerja dengan semangat dan bertanggung jawab pada instansi masing-masing.
Berikan kerja dan kinerja yang dedikasi dan loyalitas terbaik untuk memberikan pelayanan publik yang berkualitas dan prima Harapan saya selesaikan pelantikan ini saudara semua agar segera menyesuaikan dengan tugas pokok dan fungsi barunya”kata Urip Sihabudin

” Baru saja bapak ibu mengungkapkan fakta integritas ini menjadi sangat penting karena tuntutan masyarakat terhadap kinerja daripada birokrasi ini ,tidak hanya bagaimana kita melayani masyarakat dengan baik, tetapi juga diikuti dan dicukupi dengan bagaimana perilaku kita dalam melayani masyarakat cukup baik ,utamanya yang terkait dengan kita mengelola keuangan sangat baik”ungkap PJ Bupati Brebes

Lebih lanjut dikatakan PJ Bupati,kepada kepala Dindukcapil Kab Brebes Drs.Mayang Sri Herbimo ” mari kita bersama sama kita benahi masalah pencatatan data sipil ,agar kita bersama sama bisa membenahi Brebes dengan secara menyeluruh didahului dengan data kependudukan kita yang lebih baik “tutup PJ Bupati Brebes.**

Terjerat Pinjol, Pedagang Ayam Potong di Brebes Nekat Curi Sepeda Motor

M Fadli (33) bersama rekanya ZM (43) waarga Kelurahan Pasarbatang Kecamatan Brebes, nekat mencuri sepeda motor di dua lokasi yang berbeda. Mirisnya, aksi itu dilakukan mereka gegara terjerat utang pinjaman online (Pinjol).

BREBES – M Fadli (33) bersama rekanya ZM (43) waarga Kelurahan Pasarbatang Kecamatan Brebes, nekat mencuri sepeda motor di dua lokasi yang berbeda. Mirisnya, aksi itu dilakukan mereka gegara terjerat utang pinjaman online (Pinjol).

Apes, saat menjual sepeda motor hasil curiannya dengan cara COD melalui media sosial, keduanya ditangkap jajaran tim Resmob Satreskrim Polres Brebes, pimpinan Aiptu Titok Ambar Pramono. Kedua pelaku ditangkap di daerah Yomani Kabupaten Tegal, Minggu (23/07/23) yang lalu.

Kedua pelaku menyasar sepeda motor, yang parkir sembarangan ditinggal pemiliknya di lokasi keramaian. Pertama saat acara UMKM yang digelar sahabat Ganjar, di lapangan GOR Sasana Krida Adhi Karsa, Brebes, pada Sabtu (09/07/23) lalu. Kedua yakni pada Festival Bawang Merah, Jumat (23/07/23) pekan kemarin.

“Dengan teman, saya menyasar sepeda motor yang ditinggal pemiliknya, bukan di area parkir acara dan tidak dikunci stang. Lalu, kami dorong dengan memakai motor, untuk dibawa kabur,” kata MF, Kamis (27/7/2023).

MF mengaku tidak memiliki niat untuk melakukan pencurian sepeda motor. Pria yang sehari-hari bekerja sebagai pedagang ayam potong ini, mengaku mencuri karena diajak temannya (ZM).

“Lantaran saya lagi pusing ditagih pinjaman online (pinjol), terpaksa saya mau ikut mencuri,” katanya.

Sebelumnya, Kapolres Brebes AKBP Guntur Muhammad Tariq, telah membentuk tim khusus pencegahan geng motor dan kejahatan jalanan lainnya.

Ia mengatakan, dengan maraknya aksi pencurian sepeda motor, masyarakat diimbau untuk lebih berhati-hati saat memarkirkan kendaraannya.

“Jangan sampai kita lalai, memarkir motor disembarang tempat. Dan juga gunakan kunci pengaman tambahan,” kata Guntur Muhammad Tariq.**

Polres Brebes Siap Terjunkan Tim Khusus, Kewaspadaan Begal dan mencegah Aksi Geng Motor

Kapolres Brebes AKBP Guntur Muhammad Tariq, saat jumpa pers kasus geng motor.

Brebes – Mencegah aksi sekelompok geng motor maupun kejahatan lainnya seperti begal. Polres Brebes secepatnya akan membentuk tim khusus penanggulangan kejahatan jalanan.

Hal ini ditegaskan Kapolres Brebes AKBP Guntur Muhammad Tariq, disela konferensi pers ungkap kasus geng motor, di Mapolres Brebes, Selasa (25/07/23) siang.

Menurut, Guntur, pembentukan tim khusus ini, untuk membuat rasa aman dan nyaman masyarakat di Kabupaten Brebes.

Tim Khusus yang disiapkan itu, merupakan tim sepeda motor, dengan dilengkapi persenjataan khusus, sesuai kebutuhan operasi.

Mereka bersifat mobilling, dengan personel yang sudah terlatih dan berpengalaman.

“Dalam waktu dekat, tim khusus dibentuk, untuk mengantisipasi aksi geng motor dan kejahatan jalanan. Personelnya sekarang sudah siap,” tgeas Kapolres Brebes Guntur Muhammad Tariq.

Guntur menjelaskan, tim khusus tersebut memang disiapkan untuk mengantisipasi segala bentuk tindak kejahatan jalanan, termasuk aksi geng motor.

Diakuinya, kenakalan remaja itu makin marak, sehingga dibutuhkan gerakan untuk mengantisipasinya.

“Tim ini nantinya mobiling, artinya akan melakukan patroli rutin di titik-titik rawan aksi kejahatan ini,” ungkapnya.

Selain menerjunkan tim khusus, pihak Polres Brebes, menggencarkan sosialisasi ke masyarakat. Termasuk, blusukan ke sekolah-sekolah. Harapannya, aksi kenakalan remaja termasuk geng motor bisa diantisipasi.

“Kita juga mengerahkan seluruh jajaran polsek untuk melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah,” pungkasnya.***

Polisi Ciduk Tiga Anggota Geng Motor, Penyebab Tewasnya 2 ABG yang Kecelakaan

Kapolres Brebes AKBP Guntur Muhammad Tariq, saat ekspos kasus tewasnya dua anggota geng motor akibat kecelakaan

Brebes – Tim Resmob Polres Brebes dan Unit Reskrim Polsek Wanasari, menggulung 3 anggota geng motor yang menyebabkan tewasnya dua ABG dari anggota geng motor lainnya, dalam sebuah aksi kejar-kejaran, yang terjadi di jalur Pantura Klampok, Kecamatan Wanasari, Brebes, Senin (24/07/23) dinihari kemarin.

Akibat perang saat aksi saling kejar, dua anggota geng motor, Zf (16) warga Desa Tegalglagah Kecamatan Bulakamba dan Ap (16), warga Desa Petunjungan, tewas setelah sepeda motornya menabrak pembatas jalan dan masuk ke selokan.

Kapolres Brebes AKBP Guntur Muhammad Tariq saat konferensi pers mengatakan, dari hasil penyelidikan, jajarannya berhasil mengamankan tiga pelaku yang menyebabkan dua anggota geng motor tewas. Mereka ditangkap dirumahnya masing-masing. Dari 3 pelaku yang ditangkap, dua di antaranya masih di bawah umur.

“Alhamdulilah, tiga pelaku sudah kami amankan. Yakni, MAP (20), warga Desa Klampok Kecamatan Wanasari dan dua lainnya anak masih di bawah umur. Usianya masih di bawah 18 tahun,” kata AKBP Guntur M. Tariq, didampingi Kasat Reskrim AKP I Gede Dewa Khrisna Ditya, Selasa (25/07)23) pagi.

Menurut Guntur, terungkapnya kasus itu, berawal dari laporan terjadinya kecelakaan lalu lintas di jalur Pantura Klampok, Kecamatan Wanasari, Brebes. Insiden ini menimpa pengendara motor yang berboncengam tiga. Dua di antaranya meninggal dan satu orang luka-luka.

Baru 2 Bulan Keluar Penjara, 2 Pelaku Curanmor Kembali…

“Saat anggota kami memintai keterangan korban luka ini, terungkap jika kejadian ini disebabkan dari aksi kejar-kejaran antar geng motor. Bahkan, korban luk mengalami luka akibat sayatan senjata tajam,” jelas Guntur.

Dari keterangan awal, lanjut Guntur, pihaknya melakukan penyelidikan. Di ketahui juga, kedua korban tewas berawal saat aksi kejar-kejaran antara dua sepeda motor berbeda kelompok geng motor. Saat tiba di lokasi, pelaku yang juga berboncengan tiga mengeluarkan senjata tajam dan berhasil melukai korban. Setelah itu, kendaraan korban ditendang hingga terjatuh dan menghantam pembatas jalan.

“Dua korban tewas karena membentur pembatas jalan, setelah motornya ditendang pelaku,” terangnya.

Akibat perbuatannya, Guntur menjelaskan, seorang pelaku yang dewasa dijerat pasal 170 KUHP dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. Sedangkan dua pelaku yang masih di bawah umur ditangani dengan UU no 2 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

“Dari kejadian ini, kami juga mengamankan dua sepeda motor, satu senjata tajam jenis celurit dan beberapa barang bukti lainnya,” ujarnya.

Diakui Kapolres, gesekan antara geng motor di Brebes semakin marak. Untuk itu, jajarannya kini tengah melakukan berbagai upaya antisipasi untuk mencegah kejadian terulang. Di antaranya, menggencarkan sosialisasi ke masyarakat, termasuk ke sekolah-sekolah. Itu karena banyak melibatkan pelajar.

“Sebagai upaya antisipasi, kami terus giatkan sosialisasi ke masyarakat, termasuk blusukan ke sekolah-sekolah,” ungkap Guntur.

Kasat Reskrim Polres Brebes AKP I Dewa Gede Khrisna Ditya mengatakan, aksi geng motor yang berujung maut ini, berawal masing-masing geng motor memiliki admin di media sosial melalui chat di WhatsApp. Kedua kelompok ini lalu menyepakati tempatnya untuk melakukan pertemuan.

Lalu 3 korban yang berboncengan menggunakan sepeda motor, dikejar oleh para pelaku dan ditendang sepeda motornya hingga menyebabkan 2 pengguna sepeda motor terjatuh akibat menabrak pembatas jalan.

“Intinya kejadian berawal, antar geng motor untuk saling bertemu ditempat yang disepakati untuk terlibat aksi tawuran,” kata I Dewa.

Sementara pelaku MAP mengaku, ikut terlibat dan melukai korbannya dengan senjata tajam. Namun, pelaku tidak tahu menahu soal penyebab terjadinya tawuran antar geng motor.

“Saya hanya disuruh ikut mau ada perang dengan kelompok geng motor lainnya. Sementara senjata tajam yang saya pakai, sudah ada yang menyediakan,” pungkasnya.

Edarkan Uang Palsu, Dua Mahasiswa di Pekalongan Ditangkap Polisi

Edarkan Uang Palsu, Dua Mahasiswa di Pekalongan Ditangkap Polisi

Dua mahasiswa berinisial MI (22) warga Wonopringgo dan MGFI (22) warga Kedungwuni ditangkap polisi.

Pekalongan – Dua mahasiswa berinisial MI (22) warga Wonopringgo dan MGFI (22) warga Kedungwuni ditangkap polisi. Keduanya dibekuk karena mengedarkan uang palsu di Kecamatan Paninggaran Kabupaten Pekalongan.

Kapolres Pekalongan AKBP Wahyu Rohadi, melalui Kapolsek Paninggaran AKP Agus Supriyono Senin (24/07/2023) mengatakan, modus para pelaku membeli 1 bungkus rokok di toko kelontong dengan uang palsu pecahan seratus ribuan.

Dia menjelaskan, pada Sabtu (22/07/2023) kedua pelaku menuju ke arah Paninggaran dengan maksud untuk mengedarkan uang palsu. Sekitar pukul 17.00, mereka sampai di toko kelontong di daerah Dukuh Mandelun, Desa Lambanggelun. Kemudian membeli 1 bungkus rokok dengan uang palsu senilai Rp 100.000, dengan tujuan mendapatkan kembalian dengan uang asli senilai Rp 75.000,-

“Para pelaku kemudian melanjutkan perjalanan dan berhenti kembali di toko kelontong di daerah Lambanggelun juga untuk melakukan aksi yang sama seperti sebelumnya. Dengan cara ini mereka akan mengedarkan uang palsu,” kata AKP Agus.

Aksi kedua pelaku, lanjur Agus, terbongkar, ketika pemilik warung menyadari bahwa uang yang mereka terima adalah uang palsu. Pemilik warung yang sudah menghubungi petugas Polsek Paninggaran kemudian menangkap para pelaku sebelum melakukan aksi selanjutnya.

Petugas Polsek Paninggaran kemudian melakukan pemeriksaan kedua pelaku. Benar saja, di dalam tas selempang yang dibawa MI, terdapat beberapa lembar uang palsu siap edar. Keduanya pun kemudian dibawa ke Polsek Paninggaran untuk proses lebih lanjut.

Dari tangan pelaku, petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa 3 bungkus rokok, 1 buah tas selempang warna hitam, uang palsu dengan jumlah senilai Rp 2.900.000, dengan rincian 29 lembar uang pecahan seratus ribu, uang asli dengan jumlah Rp 225.000, dan 1 buah handphone.

Kedua pelaku mengaku memperoleh uang palsu tersebut dengan membeli melalui aplikasi telegram. Keduanya dijerat dengan pasal 36 ayat 1 dan ayat 2 UU no 7 tahun 2011 tentang Mata Uang.**

Polisi Sita 1.356 Knalpot Brong Selama Operasi Patuh Candi 2023

Kasat Lantas Polres Brebes Edi Sukamto, menunjukkan barang bukti knalpot brong hasil Operasi Patuh Candi 2023.

Brebes – Selama Operasi Patuh Candi 2023, dari mulai tanggal 10 hingga 23 Juli 2023 kemarin. Jajaran Satlantas Polres Brebes berhasil menyita 1.356 knalpot tidak berstandar (brong).

Bahkan, catatan Satlantas Polres Brebes, terdapat 2.300 pelanggaran pengendara sepeda motor yang tidak mengenakan helm.

Hal ini dikatakan Kapolres Brebes AKBP Guntur Muhammad Tariq, melalui Kasat Lantas AKP Edi Sukamto, Senin (24/07/23) pagi, di Kantor Satlantas Polres Brebes.

“Knalpot brong ini tidak standar, sementara kita sita dan nantinya akan dilakukan pemusnahan,” kata Edi Sukamto, didampingi KBO Lantas Polres Brebes, Ipda Saeful Hidayat.

Kasat Lantas menambahkan, dari operasi yang digelar, terdapat 2.300 pengendara mendapat hadiah surat tilang, karena terbukti tidak memakai helm saat berkendara. Bahkan, dari jumlah total penindakan pelanggaran pengendara sepeda motor masih mendominasi.

Jumlah penindakan selama Operasi Patuh Candi sebanyak 600 pelanggaran tidak dilengkapi Tanda Nomor Kendaraan Bermotor. Kemudian, pelanggaran melawan arus sebanyak 20 pengendara.

“Dibandingkan tahun 2022, jumlah pelanggaran selama operasi patuh melonjak signifikan. Yakni, dari 75 pelanggaran (2022-red) sekarang tembus 878 pelanggar,” ungkap Edi Sukamto.

Berdasarkan presentasenya, lanjut Edi, jumlah pelanggaran selama Operasi Patuh Candi naik 316 persen. Namun, untuk jumlah kecelakaan selama 14 hari Ops Patuh Candi turun menjadi 54 persen. Jumlah laka, sebelum Ops Patuh Candi sebanyak 35 insiden dan turun menjadi 16 kasus selama Ops Patuh Candi.

“Untuk fatalitas korban laka, sebelum operasi tercatat 9 orang meninggal dunia. Sedangkan, selama operasi hanya dua orang MD,” jelas Edi Sukamto.

Dia menuturkan, selain mengoptimalkan edukasi tertib berlalu lintas di jalan raya. Pihaknya mengaku, terus melakukan penindakan ETLE tahun ini 5.792 pelanggar.

“Tujuannya, agar pengendara lebih patuh dan disiplin dalam berkendara di jalan raya,” pungkasnya.***

Beruntung Dievakuasi Polisi, Pencuri motor Babak Belur Di masa di Ketanggungan Brebes

Brebes – Aksi pencurian sepeda motor terjadi di Kecamatan Ketanggungan Kabupaten Brebes, Sabtu (22/07/23) pagi, sekitar pukul 06.00 WIB.

Salah seorang pelaku, babak belur dimassa oleh puluhan orang dari beberapa desa di Kecamatan Ketanggungan yang geram, karena marak aksi pencurian sepeda motor.

Bahkan, aksi kemarahan warga menghakimi pelaku, videonya viral di media sosial (Medsos).

Beruntung, nyawa korban berhasil diselamatkan polisi dari Polsek Ketanggungan dan tim Resmob Satreskrim Polres Brebes.

Proses evakuasi pelaku, polisi harus ekstra keras, karena massa saat diamankan dikepung puluhan warga.

Kapolres Brebes AKBP Guntur Muhammad Tariq, melalui Kapolsek Ketanggungan AKP Suroto, membenarkan peristiwa tersebut.

“Awalnya warga di Desa Pamedaran, curiga ada 5 orang melintas dengan menggunakan sepeda motor, pada Sabtu (22/07/23) dinihari sekitar pukul 02.00 WIB. Namun, pengendara dua motor itu menuju ke arah Cikuesal Kidul dan Cikeusal Lor,” kata AKP Suroto, didampingi Kanit Reskrim Polsek Ketanggungan Aiptu Anggit Subagyo, Sabtu (22/07/23) petang, di Mapolres Brebes.

Kemudian, menurut Suroto, warga Desa Cikeusal Lor yang diberitahu langsung melakukan penghadangan. Namun, 5 orang malah kabur melarikan diri dan dua sepeda motor yang digunakan yakni Honda Vario dan Honda Beat ditinggal.

“Warga kemudian melakukan pengejaran dan berhasil mengamankan seorang bernama Herman alias Andres (30) warga Desa Kaplongaan, Kecamatan Karangampel, Kabupaten Indramayu Jawa Barat,” jelas AKP suroto.

Puluhan warga dari beberapa desa yang marah karena maraknya aksi pencurian sepeda motor. Geram dan melakukan pemukulan terhadap terduga pelaku.

“Beruntung kami yang datang ke lokasi berhasil mengevakuasi pelaku ke Mapolres Brebes,” ungkapnya.

Untuk sementara, pihak kepolisian mengamankan dua unit sepeda motor milik pelaku sebagai sarana kejahatan dan satu unit Honda CRV hasil kejahatan diwilayah Ketanggungan, beserta kunci T dan anak kunci palsu.

“Sementara kami dan Resmob Satreskrim Polres Brebes, tengah melakukan pengejaran terhadap pelaku lainnya yang melarikan diri,” tegas Kapolsek Ketanggungan.

Saat diinterogasi polisi, pelaku Herman mengaku, bahwa dirinya seorang residivis kasus yang sama dan pernah menjalani hukuman di Lapas Pemalang.

“Untuk di Brebes, saya dan teman-teman sudah melakukan pencurian 10 kali. Dan setiap aksinya saya mendapatkan bayaran sebesar Rp. 1 juta rupiah,” pungkasnya.***

Melihat kembali bagaimana saya bekerja dari jarak jauh selama satu tahun,

Relatif hanya dalam beberapa tahun terakhir ini pemeliharaan lebah lebih dipusatkan atas dasar ilmiah. Dahulu, ada metode tradisional khusus yang harus diikuti untuk mengamankan panen madu tetapi mereka yang mempraktikkan metode tersebut tidak tahu alasan dan tujuannya. Namun sekarang, berkat pengamatan para ilmuwan hebat tentang kehidupan dan kebiasaan lebah, dan berkat kesabaran dan ketekunan mereka dalam memperhatikan pola hidup serangga ini, kita memiliki pengetahuan yang dapat membantu para pemelihara lebah mengganti tradisi lama yang serampangan dengan metode yang teratur dan bertujuan pasti.

Pemelihara lebah pemula, saat membaca karya-karya hebat tentang lebah dan kehidupannya, mungkin menjadi ragu apakah ia sanggup menyelami dunia luar biasa itu, dan apakah suatu hari nanti ia bisa menjadi mahir dalam seni dan praktik memelihara lebah. Saya tegaskan bahwa dengan kesabaran, kegigihan, dan ketekunan, ukuran keberhasilan bebas ditentukan oleh siapa saja yang berkarya menggunakan kecerdasannya.

Saya menghabiskan lebih banyak waktu dengan
keluarga, lebih sering berolahraga,
dan lebih lama tidur.

Keraguan dan kesulitan memang menghantui pemula, dan pertanyaan yang mereka lontarkan mungkin membuat para pakar tersenyum karena mengingatkan mereka pada aspirasi dan upaya mereka sendiri saat baru memulai. Namun, tidak ada alasan untuk berputus asa. Meskipun kekecewaan pasti timbul, tetapi harus diterima semata-mata sebagai pemacu untuk terus berupaya, sebagai langkah mewujudkan tujuan akhir kesuksesan.

Beberapa orang mungkin dengan acuh tak acuh beranggapan bahwa tidak ada lagi yang bisa diungkapkan atau dipelajari tentang lebah. Namun, faktanya, para ilmuwan sekalipun masih belum dapat memastikan fungsi dari organ-organ lebah, serta asal usul dan penyembuhan penyakit-penyakit lebah. Oleh karena itu, jika aspek komersial dari pemeliharaan lebah kita kesampingkan, sebenarnya masih banyak bidang minat dan penelitian yang terbuka untuk digali lebih dalam lagi oleh pemelihara lebah yang cerdas.

Saya memeriksa email hanya dua kali sehari dan itu sudah cukup

Relatif hanya dalam beberapa tahun terakhir ini pemeliharaan lebah lebih dipusatkan atas dasar ilmiah. Sebelumnya, metode tradisional harus diikuti untuk mengamankan panen madu, tetapi para praktisi tradisi ini tidak tahu mengapa dan untuk apa harus seperti itu. Namun sekarang, berkat pengamatan para ilmuwan hebat tentang kehidupan dan kebiasaan lebah, berkat kesabaran dan ketekunan mereka dalam memperhatikan cara serangga bekerja, kita memiliki pengetahuan yang memungkinkan pemelihara lebah di lapangan untuk mengurangi tradisi lama yang asal-asalan dan menggantinya dengan metode, keteraturan, dan tujuan yang pasti.

Pemelihara lebah pemula, saat membaca karya-karya hebat tentang lebah dan kehidupannya, mungkin menjadi ragu apakah ia sanggup menyelami dunia luar biasa itu, dan apakah suatu hari nanti ia bisa menjadi mahir dalam seni dan praktik memelihara lebah. Saya tegaskan bahwa dengan kesabaran, kegigihan, dan ketekunan, ukuran keberhasilan bebas ditentukan oleh siapa saja yang berkarya menggunakan kecerdasannya.

Keraguan dan kesulitan memang menghantui pemula, dan pertanyaan yang mereka lontarkan mungkin membuat para pakar tersenyum karena mengingatkan mereka pada aspirasi dan upaya mereka sendiri saat baru memulai. Namun, tidak ada alasan untuk berputus asa. Meskipun kekecewaan pasti timbul, tetapi harus diterima semata-mata sebagai pemacu untuk terus berupaya, sebagai langkah mewujudkan tujuan akhir kesuksesan.

Beberapa orang mungkin dengan acuh tak acuh beranggapan bahwa tidak ada lagi yang bisa diungkapkan atau dipelajari tentang lebah. Namun, faktanya, para ilmuwan sekalipun masih belum dapat memastikan fungsi dari organ-organ lebah, serta asal usul dan penyembuhan penyakit-penyakit lebah. Oleh karena itu, jika aspek komersial dari pemeliharaan lebah kita kesampingkan, sebenarnya masih banyak bidang minat dan penelitian yang terbuka untuk digali lebih dalam lagi oleh pemelihara lebah yang cerdas.

Beginilah rutinitas harian saya

Relatif hanya dalam beberapa tahun terakhir ini pemeliharaan lebah lebih dipusatkan atas dasar ilmiah. Sebelumnya, metode tradisional harus diikuti untuk mengamankan panen madu, tetapi para praktisi tradisi ini tidak tahu mengapa dan untuk apa harus seperti itu. Namun sekarang, berkat pengamatan para ilmuwan hebat tentang kehidupan dan kebiasaan lebah, berkat kesabaran dan ketekunan mereka dalam memperhatikan cara serangga bekerja, kita memiliki pengetahuan yang memungkinkan pemelihara lebah di lapangan untuk mengurangi tradisi lama yang asal-asalan dan menggantinya dengan metode, keteraturan, dan tujuan yang pasti.

Pemelihara lebah pemula, saat membaca karya-karya hebat tentang lebah dan kehidupannya, mungkin menjadi ragu apakah ia sanggup menyelami dunia luar biasa itu, dan apakah suatu hari nanti ia bisa menjadi mahir dalam seni dan praktik memelihara lebah. Saya tegaskan bahwa dengan kesabaran, kegigihan, dan ketekunan, ukuran keberhasilan bebas ditentukan oleh siapa saja yang berkarya menggunakan kecerdasannya.

Keraguan dan kesulitan memang menghantui pemula, dan pertanyaan yang mereka lontarkan mungkin membuat para pakar tersenyum karena mengingatkan mereka pada aspirasi dan upaya mereka sendiri saat baru memulai. Namun, tidak ada alasan untuk berputus asa. Meskipun kekecewaan pasti timbul, tetapi harus diterima semata-mata sebagai pemacu untuk terus berupaya, sebagai langkah mewujudkan tujuan akhir kesuksesan.

Beberapa orang mungkin dengan acuh tak acuh beranggapan bahwa tidak ada lagi yang bisa diungkapkan atau dipelajari tentang lebah. Namun, faktanya, para ilmuwan sekalipun masih belum dapat memastikan fungsi dari organ-organ lebah, serta asal usul dan penyembuhan penyakit-penyakit lebah. Oleh karena itu, jika aspek komersial dari pemeliharaan lebah kita kesampingkan, sebenarnya masih banyak bidang minat dan penelitian yang terbuka untuk digali lebih dalam lagi oleh pemelihara lebah yang cerdas.

Peristiwa Daerah Jawa Tengah

Design a site like this with WordPress.com
Get started