
Brebes – Memasuki bulan Muharram atau dalam kalender Jawa disebut bulan Suro, masyarakat menggelar tradisi sedekah bumi, yang merupakan salah satu bentuk ritual adat masyarakat di Jawa yang hingga kini masih dilestarikan.
Di Desa Grinting Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah,
Tradisi sedekah bumi biasa diadakan secara turun-temurun dari nenek moyang terdahulu, sebagai rasa syukur kepada Allah SWT atas hasil panen yang didapat, khususnya bagi kalangan petani.
Tradisi sedekah bumi, di Desa Grinting, diperingati dengan membawa arak-arakan sesaji lengkap dari hasil bumi pertanian, yang ditata rapi di atas tandu, yang diawali dengan prosesi kirab budaya dari lapangan Desa setempat menuju Balai Desa. Sebelum diarak keliling kampung, arak-arakan hasil bumi, salah satu tokoh agama mengkumandangkan Adzan terlebih dahulu.
Penduduk setempat menumpahkan ruah memadati jalaanan untuk menyaksikan gunungan hasil bumi yang diarak, lalu didoakan oleh sesepuh desa, membawa berkah bagi pertanian hasil bumi. Maka sesampainya di Balai Desa hasil bumi yang telah didoakan jadi rebutan warga.
Kepala Desa Grinting, Suhartono mengatakan, gelaran sedekah bumi bagi masyarakat di Desa Grinting, digelar sebagai rasa syukur atas limpahan hasil pertanian saat ini. Termasuk berharap, pada masa panen depan,.bisa memperoleh hasil pertanian yang baik termasuk harga yang baik juga.
Yang jelas pertama bersyukur kepada Allah SWT, kita hidup di dunia, kita makan dari hasil bumi. Yang kedua menampilkan kesenian tradisional. Dimana Desa Grinting memiliki sejumlah kesenian tradisional, seperti kesenian kuda lumping,” kata Suhartono, Sabtu (08/05/23) sore.
Kades Grinting mengungkapkan, bahwa sebenarnya acara sedekah bumi, sudah digelar sejak puluhan tahun silam. Namun, hasil bumi yang diarak keliling kampung baru digelar beberapa tahun terakhir.
“Sedekah bumi dengan menampilkan kesenian tradisional baru beberapa tahun ada. Harapannya, setiap tahun bisa digelar arak-arakan sedekah bumi di Desa Grinting,” harap Suhartono.
Sementara Tokoh Pemuda Desa Grinting Suwarno, menyambut baik digelarnya arak-arakan hasil bumi dengan menampilkan berbagai kesenian tradisional.
Suwarno berharap, kegiatan ini bisa terus digelar, karena akan ada rasa kekompakan dan kebersamaan masyarakat khususnya pemuda di Desa Grinting.
“Kegiatan ini bisa menghibur masyarakat di Desa Grinting. Apalagi generasi milenial supaya tahu, bahwa kita punya budaya lokal yang harus selalu dipertahankan,” jelas Suwarno.
Acara sedekah bumi juga pembicara pengurus DPP Partai Demokrat, Marta Yandry Rachman. Yandry menjelaskan, Indonesia berkembang dan tumbuh dari keragaman budaya lokal. Budaya lokal inilah yang melahirkan gotong royong dan kebersamaan antarwarga.
“Maka acara ritual sedekah bumi yang dirangkaikan dengan acara-acara kesenian tradisional, sangat bermanfaat sekali untuk menjaga silaturahmi dan kegotongroyongan kebersamaan dan kebhinekaan. Seperti halnya yang telah ditunjukkan warga di Desa Grinting,” ungkap Yandry kepada awak media.
Dia menambahkan, bahwa
dijaman serba teknologi modern, seiring berkembangnya budaya barat yang masuk, sangat bijak bila kesenian tradisional tetap digelar dimanapun, untuk selalu dilestarikan di berbagai daerah di Indonesia.
“Ini menunjukkan, kearifan lokal. Sehingga generasi kedepan akan selalu mengenal kearifan budaya lokal,” imbuh Yandry.
Anggota DPRD Brebes, Opy Ropiyah (berkerudung putih), menghadiri sedekah bumi di Desa Grinting Kecamatan Bulakamba.

Anggota DPRD Brebes Opy Ropiyah menyambut baik acara sedekah bumi, dimana masyarakat khususnya petani di Desa Grinting masih mempertahankan ritual tradisi leluhur. Apalagi antusias ribuan masyarakat di Desa Grinting yang menyaksikan, menunjukkan masyarakat Desa Grinting sangat kagum dengan budaya lokal.
“Ini menunjukkan masyarakat disini tidak pernah lupa, bawah rezeki apa yang didapatkan, adalah dari Allah SWT. Saya berharap kedepannya para petani bisa mendapatkan hasil yang baik dimasa panen nanti , sehingga diharapkan bisa meningkatkan perekonomian keluarga” pungkas Opy.***