TANGKAP LEPAS SOPIR MOBIL ROKOK ILEGAL ASAL MADURA 17/9/2023 , DIBANTAH KEPALA BEA CUKAI TEGAL




Tegal – pede.news.blog – Wandi sekretaris DPP LSM Lappas Kamis 16 November 2023 menanyakan kepada kepala Bea Cukai kota Tegal yakni Yudianto perihal ada dugaan tangkap lepas sopir mobil jenis minibus L 1946 TA pembawa Rokok Ilegal asal Madura pada tanggal 17 September 2023 lalu, di sela-sela acara sosialisasi peraturan Cukai rokok yang terbaru di hotel Gran Dian Brebes .

Lebih lanjut Wandi mengatakan kalau penangkapan sopir dan mobil itu sudah dilakukan namun Kenapa sopirnya sudah dibebaskan , padahal sopir kan tahu penghubung antara rokok ilegal dengan pemilik aslinya yang menyuruhnya membawa rokok ilegal itu.

Menjawab pertanyaan dari Sekjen DPP LSM Lappas Yudianto menjelaskan kalau penyelidikan dan penindakan cukai rokok ilegal bersifat Lex Spesialis hanya bisa dilakukan oleh Bea Cukai , mengenai informasi berkaitan dengan disampaikan Wandi ia mempersilakan wartawan atau LSM bertandang ke kantornya di kota Tegal untuk klarifikasi dan bertanya sejauh mana Penyelidikan dan pendidikan kasus tersebut jelasnya.

Menelisik permasalahan tersebut wartawan jumat 17 November 2023 mencoba mengklarifikasi ke bagian P2 penyidik dan pendidikan Kantor Bea Cukai Tegal dan bertemu salah satu penyidik dan dari informasi stafnya benar ada mobil yang ditangkap tanggal tersebut dan sekarang masih ada mobilnya dan masih dalam tahap penyelidikan.

Sementara sopir yang membawa mobil itu sudah diperiksa sebagai saksi , jelas staf bagian P2 atau Penyelidikan dan Penindakan.[ Teguh **]

Puluhan Aktivis Lingkungan Hidup, DHLPS Brebes Instruksikan Pembangunan 19 Perusahaan Dihentikan

Puluhan aktivis yang tergabung dalam aliansi masyarakat peduli lingkungan hidup Kabupaten Brebes menggeruduk DLHPS Brebes.

BREBES – Puluhan aktivis yang tergabung dalam aliansi masyarakat peduli lingkungan hidup Kabupaten Brebes menggeruduk Dinas Lingkungan Hidup dan Pengelolaan Sampah (DLHPS) Brebes, Kamis (16/11/2023).

Mereka datang dengan membawa sejumlah spanduk bertuliskan berbagai tuntutan. Di antaranya, Brantas Mafia Perijinan, Merugikan APBD Brebes, Merugikan Investor, Menghambat Percepatan Pembangunan.

Koordinator aksi, Wily meminta kepada Pemkab Brebes bertindak tegas atas dugaan pelanggaran perusahaan atau pabrik terkait ijin analisis dampak lingkungan (Amdal).

“Pemkab harus mengambil langkah tegas terkait dugaan pelanggaran pabrik atau perusahaan yang belum keluar ijin Amdal tapi sudah mulai membangun,” kata Wily.

Saat demo, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pengelolaan Sampah (DLHPS) Brebes, La Ode Aris Vindar Nugroho langsung menemui sejumlah aktivis peduli lingkungan tersebut.

Ia menyatakan, Pemkab Brebes menginstruksikan pembangunan 19 pabrik dihentikan karena belum kantongi izin Amdal. Mereka dilarang meneruskan proses pembangunan sampai izin amdal keluar.

“Selama proses perizinan masih berjalan, dilarang melakukan aktivitas apapun, meski proses perizinan itu sedang dilaksanakan tidak boleh ada kegiatan,” kata La Ode Aris Vindar.

Menyikapi pabrik yang belum berizin Amdal, DLHPS Brebes telah menerbitkan surat tertanggal 10 Oktober 2023 nomor: 660.1/1269/X/2023, perihal: Penghentian Aktifitas Kegiatan.

Surat itu ditujukan kepada Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, C.q. Direktur Jenderal Penegakan Hukum KLHK RI di Jakarta. Selain minta penghentian pembangunan pabrik, surat ini juga memuat data data pabrik yang belum mengantongi izin Amdal. Pada lampiran surat ini, tertulis 21 pabrik yang belum memiliki izin Amdal.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pengelolaan Sampah (DLHPS) Brebes, La Ode Aris Vindar Nugroho (Fajar Eko Nugroho/Panturapost.com)

Laode Aris Vindar mengungkapkan, meski belum punya izin Amdal, mereka menjalankan proses pembangunan. Adapun 21 pabrik itu masing masing:

1. PT Jia Wei Indonesia Industri alas kaki (sepatu) jenis PMA (Penanam Modal Asing) lokasi Desa Ketanggungan, Kecamatan Ketanggungan.
– PKKPR ada
– Andalalin ada
– Amdal dalam proses
– PBG dalam proses
– Izin Usaha dalam proses

2. PT Ming Xing Sewing Mechine, jenis PMDN (Penanam Modal Dalam Negeri) lokasi Desa Losari Lor, Kecamatan Losari
– PKKPR ada
– Andalalin ada
– UKL-UPL (Amdal) dalam proses
– PBG dalam proses
– Izin Usaha dalam proses

3. PT Duk Kyung Internasional, Industri alas kaki (sepatu) jenis PMA di Desa Tanjung dan Desa Pengaradan, Kecamatan Tanjung
– PKKPR ada
– Andalalin ada
– Amdal dalam proses
– PBG dalam proses
– Izin Usaha dalam proses

4. PT Gold Emperor Indonesia (GEI) Industri alas kaki (sepatu), jenis PMA lokasi Desa Kemurang, Kecamatan Tanjung
– PKKPR ada
– Andalalin ada
– Amdal dalam proses
– PBG dalam proses
– Izin Usaha dalam proses

5. PT Yixin Indonesial, Industri alas kaki (sepatu) jenis PMA, Komplek Pergudangan Eling Santoso Desa Klampok, Kec.Wanasari
– PKKPR ada
– Andalalin dalam proses
– Amdal dalam proses
– PBG dalam proses
– Izin Usaha dalam proses

6. PT Raytu Lancar Indonesia, Industri alas kaki (sepatu), jenis PMA lokasi Komplek Pergudangan Eling Santoso Desa Klampok, Kecamatan Wanasari
– PKKPR ada
– Andalalin dalam proses
– Amdal dalam proses
– PBG dalam proses
– Izin Usaha dalam proses

7. PT AAE Outdoor Indonesia, Industri garment untuk tas, jenis PMA lokasi Desa Bangsri, Kecamatan Bulakamba
– PKKPR ada
– Andalalin ada
– Amdal ada
– PBG ada
– Izin Usaha ada

8. PT Evertech International Group, Industri alas kaki (sepatu), jenis PMA lokasi Desa Losari Lor, Kecamatan Losari – PKKPR ada
– Andalalin ada
– Amdal dalam proses
– PBG dalam proses
– Izin Usaha dalam proses

9. PT Shyang Tah Jyun, Industri alas kaki (sepatu) jenis PMA lokasi Desa Kubangsari, Kecamatan Ketanggungan
– PKKPR ada
– Andalalin ada
– Amdal dalam proses
– PBG dalam proses
– Izin Usaha dalam proses

10. PT Helmindo, Industri helm, jenis PMA lokasi Desa Bangsri, Kecamatan Bulakamba
– PKKPR ada
– Andalalin ada
– Amdal dalam proses
– PBG dalam proses
– Izin Usaha dalam proses

11. PT Inkordan International, Industri garment, jenis PMA lokasi Desa Klampok, Kecamatan Wanasari
– PKKPR ada
– Andalalin ada
– Amdal dalam proses
– PBG dalam proses
– Izin Usaha dalam proses

12. PT Shengnou Sport Product Indonesia, Industri alas kaki (sepatu), jenis PMA lokasi Komplek Pergudangan Eling Santoso Desa Klampok, Kecamatan Wanasari
– PKKPR ada
– Andalalin dalam proses
– Amdal dalam proses
– PBG dalam proses
– Izin Usaha dalam proses

13. PT Ding You Shoes Material, Industri sepatu olahraga, jenis PMA, lokasi Komplek pergudangan Eling Santoso Desa Klampok Kecamatan Wanasari
– PKKPR ada
– Andalalin dalam proses
– Amdal dalam proses
– PBG dalam proses
– Izin Usaha dalam proses

14. Komplek Pergudangan Klampok (Eling Santoso) Gudang disewakan PMDN lokasi Desa Klampok, Kec.Wanasari
– PKKPR ada
– Andalalin ada
– Amdal belum ada
– PBG belum ada
– Izin Usaha belum ada

15 . Komplek Pergudangan Victoria, disewakan ke PT.Starchem Elasindo, jenis PMDN lokasi Desa Bangsri, Kecamatan Bulakamba
– PKKPR ada
– Andalalin dalam proses
– Amdal dalam proses
– PBG dalam proses
– Izin Usaha dalam proses

16 . PT Petrasakti Madyatama, Industri garment, jenis PMDN, lokasi Desa Klampok, Kecamatan Wanasari
– PKKPR ada
– Andalalin ada
– Amdal ada
– PBG dalam proses
– Izin Usaha dalam proses

17 . PT Mitra Graha Selaras, Industri furniture, jenis PMDN, lokasi Desa Kubangsari, Kecamatan Ketanggungan
– PKKPR ada
– Andalalin ada
– Amdal dalam proses
– PBG dalam proses
– Izin Usaha dalam proses

18. PT Karya Indah Multiguna, Industri Kemasan Dan Kotak Dari Kertas Dan Karton, jenis PMDN, lokasi Desa Kubangsari, Kecamatan Ketanggungan
– PKKPR ada
– Andalalin dalam proses
– Amdal dalam proses
– PBG dalam proses
– Izin Usaha dalam proses

19. PT Warna Lestari Makmur, Industri tekstil, jenis PMDN, lokasi Desa Bangsri, Kecamatan Bulakamba
– PKKPR ada
– Andalalin ada
– Amdal dalam proses
– PBG dalam proses
– Izin Usaha dalam proses

20 . Komplek Pergudangan Klampok (Eling Santoso) Gudang disewakan PMDN Desa Klampok, Kec.Wanasari
– PKKPR ada
– Andalalin ada
– Amdal dalam proses
– PBG dalam proses
– Izin Usaha dalam proses

21. PT Trusty, jenis PMDN lokasi Desa Bangsri, Kecamatan Bulakamba
– PKKPR ada
– Andalalin ada
– Amdal dalam proses
– PBG dalam proses
– Izin Usaha dalam proses

Dari 21 pabrik itu, kata dia, ada dua pabrik yang sudah menyelesaikan perizinannya dan boleh meneruskan proses pembangunan. Salah satunya adalah PT AAE Outdoor.

“Yang dilaporkan tersebut memang ada yang sudah berprogres lebih cepat dibandingkan yang lain, tapi juga ada pabrik yang masih berprogres lambat. Kenapa lambatnya, setelah kami verifikasi di lapangan masih ditemukan kinerja-kinerja konsultan yang tidak profesional,” jelasnya.

Menurut dia, kinerja kinerja konsultan yang tidak sesuai dengan harapan yang diminta oleh pelaku usaha. “Ketika menitipkan proses perizinan kepada konsultan ternyata konsultan tidak sesuai yang diharapkan,” jelasnya.

Kepala DLHPS Brebes menegaskan, selama proses perizinan, 19 pabrik itu dilarang melakukan aktivitas apapun. Proses pembangunan baru diteruskan setelah perizinan diselesaikan.

“Hasil pengecekan kami di lapangan, setelah dicek ada 21 perusahaan yang belum memiliki izin Amdal. Dua d iantaranya sekarang sudah menyelesaikan izin Amdal. Sisanya 19 pabrik harus menghentikan proses pembangunan sampai izin Amdal keluar,” tegasnya.

Kepada para owner, Laode meminta agar mematuhi instruksi tersebut. Pihaknya akan memberikan SP 1 sampai SP 3 dan jika tidak diindahkan akan dihentikan paksa.

“Tentunya akan koordinasi dengan Satpol PP. Jika SP 1 sampai SP 3 tidak diindahkan akan dihentikan paksa,” pungkasnya.***

Proyek Jembatan di Desa Baros Mendapat Sorotan, Pekerjaan Diduga Tidak Memenuhi Standar Teknis

Proyek Jembatan di Desa Baros Mendapat Sorotan, Pekerjaan Diduga Tidak Memenuhi Standar Teknis



BREBES – Proyek pembangunan jembatan di Dukuh Dihirup, Desa Baros, Kecamatan Ketanggungan, Kabupaten Brebes menuai sorotan dari aktifis masyarakat. Hal itu menyusul adanya temuan di lapangan terkait dengan dugaan penggunaan material yang tidak sesuai dengan spesifikasi teknis.

Ahmad Sugiarto, aktifis dari LSM Gema Berhias Kabupaten Brebes kepada awak media Jumat 10 November 2023 menyebut kalau pihaknya bersama dengan tim telah melakukan pemantauan lapangan berkait dengan pelaksanaan kegiatan yang bersumber dari Bantuan Keuangan (Bankeu) Provinsi Jawa Tengah di Desa Baros, Kecamatan Ketanggungan.

Dan dari hasil pemantauan lapangan itu, pihaknya mendapati kalau proyek dengan biaya Rp.200 juta kurang memenuhi standar. Menurut Sugiarto proyek dengan volume lebar 4 meter, tinggi 3 meter dan bentangan jembatan 6 meter itu tidak menggunakan besi sesuai dengan RAB (Rencana Anggaran Belanja).

Dimana, besi WF (Wide Flange) yang seharusnya 5 buah, ternyata hanya di pasang 4 buah. Kemudian bondek yang menjadi salah satu material yang memegang peranan penting diduga tidak sesuai spek teknis.

Atas temuan di lapangan itu, pihaknya menduga ada oknum yang sengaja melakukan upaya kecurangan demi meraup keuntungan pribadi dari proyek tersebut. Pihaknya juga akan segera melakukan pengaduan atas temuan itu. Dan kepada APH dan BPK, pihaknya juga meminta agar segera turun untuk melakukan pengawasan di lapangan terkait dengan proyek jembatan itu.

Termasuk juga memeriksa pembangunan rabat beton shendseet di Dukuh Cihirup, Desa Baros tepatnya di RW 04 dengan volume panjang 379 meter lebar 1,5 meter serta ketebalan 15cm. Pasalnya di pekerjaan itu pihaknya juga menduga ada kecurangan dalam pelaksanaanya. Hal sesuai dengan pengakuan dari Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) Desa Baros yang menyebut kalau proyek tersebut dilaksanakan oleh pihak ketiga atau diborongkan. Itu disampaikan saat yang bersangkutan dihubungi melalui sambungan telepon.[ T**]

PENGUKUHAN PELANTIKAN KORDINATOR RT/TPS TEM SHANTY ALDA

Brebes – Pada hari Sabtu 11 November 2023 bertempat di salah satu rumah warga di desa pemaron Kecamatan Brebes kabupaten Brebes lebih dari 900 orang mengadakan acara pengukuhan Tim Sukses dan relawan koortes alias koordinator tiap-tiap TPS di sejumlah 16 desa di Kecamatan Bulakamba Wanasari dan Brebes.

Djarot Ketua Pemenangan Banteng Pantura saat dikonfirmasi mengatakan bahwa pihaknya selaku ketua tim mengakomodir semua tim baik kordinator desa atau kordes ,koordinator kecamatan ( korcam ) , dan koordinator atau tps kortes yang sudah ada se Kabupaten Brebes 292 desa dan 5 kelurahan di 16 Kecamatan.

Sedangkan untuk 16 desa yang ini dikukuhkan adalah pengukuhan susulan kordes, kortes dari yang sudah pernah dilakukan sebelumnya pada kordes korcam dan kortes di desa kecamatan lain, jelas Djarot.

Djarot yang mantan lurah Kades Desa Randusanga mengatakan Iya sudah berkoordinasi kepada semua mantan kepala Desa se Kabupaten Brebes.

Pihaknya betul-betul sepakat untuk memilih dan mensukseskan SHANTY ALDA , karena ia benar-benar peduli terhadap masyarakat bawah , selain itu SHANTY basic awalnya adalah seorang aktivis dan penggiat sosial.

Lebih lanjut dikatakan suntoro yang juga mantan kepala Desa Bulakamba, dan juga pengurus karang taruna Kabupaten Brebes mengatakan pihaknya sudah selalu berkoordinasi dengan mantan karang taruna agar bisa mensukseskan Santi Alda.

Sementara Santi Alda saat memberikan pandangan dan janji-janji politik dia menyampaikan akan peduli terhadap petani, nasib, nelayan nasib ibu-ibu dan kaum perempuan.

Selain itu untuk kepedulian terhadap nasib buruh dan pekerja Ia juga akan perjuangkan adanya perlindungan hukum berupa undang-undang dan perangkat aturan untuk menguatkan nasib pekerja buruh.

” pokoknya kalau saya jadi anggota DPR RI maka kaum perempuan Untuk Dapil Brebes Tegal Slawi akan saya perjuangkan nasibnya agar lebih baik , karena saya tahu bagaimana mencari bantuan atau permodalan bagi kaum perempuan atau rumah tangga, ” jelasnya.

Video
Video
Video
Video

Motor Tertabrak Kereta Api di Perlintasan Tanpa Palang di Desa Pebatan Brebes, Korban Meninggal Dunia di Tempat

Petugas melakukan evakuasi jenazah Petugas koperasi yang tewas tertabrak kereta api di Desa Pebatan Kacamatan Wanasari, Brebes.

Brebes – Seorang Petugas koperasi KSP Mitra Usaha Mandiri Tegal tewas mengenaskan usai tertabrak Kereta Api Limaspriuk Kargo, Selasa, 7 Nopember 2023. Korban tertabrak kereta api usai menagih setoran kepada nasabah yang lokasi rumahnya tak jauh dari TKP.

vid…

Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban bernama Candra Setiawan (23). Ia tewas usai mengambil setoran pinjaman dari rumah nasabah yang lokasinya tak jauh dari lokasi kejadian.

Korban diketahui warga Desa Tarahan RT 01 RW 01 Kecamatan Katibung Kabupaten Lampung Selatan Provinsi Lampung. Namun saat ini korban berdomisili di Perumahan Green Garden Mejasem No. 11 Kecamatan Kramat Kabupaten Tegal.

Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 11.45 WIB. Saat itu korban yang mengendarai sepeda motor nomor polisi G-3735-BDF melewati perlintasan kereta api tanpa palang pintu KM 164+9.

Korban dari arah utara hendak menyeberang ke selatan di Desa Pebatan Kecamatan Wanasari, Kabupaten Brebes usai mengambil setoran angsuran dari rumah nasabahnya.

Nahas, diduga kurang waspada saat melintas datang kereta api barang Limaspriuk Cargo yang dikemudikan Ahmad Mujaen dari arah timur ke barat dengan kecepatan tinggi menabrak korban.

Korban beserta sepeda motornya langsung tertemper KA tersebut dan tubuh korban terpental hingga sekitar 20 meter. Korban jatuh ke semak-semak yang berada pada samping utara lintasan KA.

Anggota Polsek Wanasari yang mendapat laporan dari warga kemudian mendatangi lokasi kejadian untuk mengevakuasi korban. Jenazah korban dibawa ke RSUD Brebes untuk penanganan lebih lanjut.

Hingga berita ini diterbitkan, korban masih disemayamkan di ruang Jenazah RSUD Brebes sembari menunggu dijemput keluarga.

Sementara itu, Kapolsek Wanasari Iptu Triyono Raharjo saat dikonfirmasi membenarkan terkait peristiwa seorang Petugas koperasi yang tewas tertabrak kereta tersebut.

“Iya, saat ini korban berada di ruang Jenazah RSUD Brebes,” ucapnya singkat.[ Rid ** ]

Anggota Komisi Vll DPR RI Paramitha Widya Kusuma, Memberikan Bantuan Pompa Air BBG Untuk Para Petani.

Ribuan petani di Kabupaten Brebes menerima bantuan mesin pompa air konversi bahan bakar gas (BBG). Pompa air BBG dibagikan secara simbolis oleh Anggota Komisi VII DPR RI Paramitha Widya Kusuma bersama jajaran dinas terkait di aula Islamic Center Brebes, Senin 23 Oktober 2023.

Mereka menerima bantuan berupa mesin pompa air, converter kit, bracket, regulator, tabung elpiji, serta selang hisap dan buang. Sebanyak 1.228 unit pompa air BBG dibagikan kepada para petani untuk memangkas biaya produksi pertanian.

Pompa BBG ini dianggap bisa lebih menghemat ongkos produksi pertanian hingga 65 persen sekali tanam. Perbandingannya, untuk satu tabung gas elpiji ukuran 3 kg setara dengan 6 liter BBM jenis pertalite untuk sekali mengairi tanaman.

“Pompa air BBG bisa lebih menghemat biaya produksi pertanian. Apalagi saat musim kemarau, yang mayoritas petani kesulitan air irigasi untuk pengairan tanaman. Mereka harus lebih sering menyedot air di saluran irigasi yang membuat biaya produksi membengkak,” kata Paramitha Widya Kusuma.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Brebes, Yulia Hendrawati mengatakan, dengan penggunaan pompa air BBG, maka petani berpotensi memperoleh keuntungan yang lebih banyak.

Dengan penggunaan pompa ini bisa menghemat biaya sekitar 65 persen dalam satu kali masa tanam. Jika sekali tanam para petani biasanya menghabiskan sampai Rp8 juta biaya produksi, dengan pompa ini bisa menghemat sampai Rp5,2 juta.

“Hematnya sekali tanam bisa 65 persen. Kalau biasanya menghabiskan biaya 8 juta, dengan pompa ini biayanya cuma 2,8 juta. Jumlah produksinya tetap, cuma yang dihemat itu biaya produksinya,”ungkap Yulia.

Untuk menerima bantuan pompa air BBG, para petani harus menunjukkan pompa lama yang masih menggunakan BBM. Pompa yang ditunjukkan akan diberi tanda oleh DPKP Brebes agar tidak digunakan lagi untuk menyiram.

Pompa lama kemudian akan dibawa pulang para petani untuk disimpan dan tidak boleh digunakan lagi. “Pompa yang lama dibawa pulang lagi. Disini hanya ditunjukkan bahwa mereka sebagai penerima bantuan,” tandasnya.**

Untuk Memperkuat Jalinan Silaturahmi, Shanty Alda Rajin Temui Kader Daerah

Shanty Alda dielu-elukan warga saat berkunjung ke Kecamatan Songgom Brebes

Brebes – pedenews – Dalam upaya mempererat jaringan dan menjalin komunikasi yang lebih baik antara kader-kader PDI-Perjuangan di berbagai daerah, Shanty Alda Nathalia, seorang kader PDI-Perjuangan yang aktif, terus menunjukkan komitmennya dengan rajin mengunjungi kader di daerah Brebes, Jawa Tengah. 

Shanty Alda mengatakan, rangkaian silaturahim dilakukan di Kecamatan Songgom dan Banjarharjo Kabupaten Brebes, untuk memperkuat silaturahmi antar-anggota partai serta menegaskan komitmennya untuk saling membantu dalam menyelesaikan permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat di daerah.

“Di daerah tentu banyak persoalan, kita berkomitmen untuk saling bantu selesaikan persoalan itu,” katanya, Senin 09 Oktober 2023.

Shanty Alda mendapat sambutan meriah saat silaturahmi le Bandungsari Banjarharjo Brebes

Dalam setiap pertemuan dengan kader PDI-Perjuangan, Shanty Alda tidak hanya berbicara tentang isu-isu politik, tetapi juga berfokus pada permasalahan riil yang dihadapi oleh warga daerah tersebut.

“Ini mencakup berbagai aspek, seperti kesehatan, pendidikan, pekerjaan, dan infrastruktur,” ujar Shanty Alda yang juga bakal calon anggota legislatif DPR RI ini. 

Shanty Alda berusaha untuk mendengarkan dengan seksama dan mengumpulkan masukan dari kader serta masyarakat, khususnya di Daerah Pilihan (Dapil) 9 (Brebes, Tegal dan Kota Tegal) untuk mencari solusi yang tepat.

Selain itu, Shanty Alda juga memberikan semangat kepada kader PDI-Perjuangan, untuk terus berperan aktif dalam membantu masyarakat dan memperjuangkan kepentingan rakyat.

“Jangan pernah berhenti untuk berbuat membantu masyarakat dan sesama,” ajak Shanty Alda. 

Dia mengingatkan, bahwa partai PDI-Perjuangan adalah wadah untuk mewujudkan perubahan positif bagi masyarakat, dan kader-kader merupakan tulang punggung dari partai besar ini.

Kehadiran Shanty Alda dalam kunjungan rutinnya ini telah mendapatkan dukungan luas dari kader-kader PDI-Perjuangan dan masyarakat di berbagai daerah, terutama Kabupaten Brebes, Tegal dan Kota Tegal. 

“Ini tidak hanya menguatkan solidaritas internal partai, tetapi juga membantu dalam membangun hubungan yang lebih baik antara partai dan rakyat,” puskas Shanty Alda. [@ekosindung]

Jadwal Karnaval Brebes dalam Rangka Memperingati HUT RI Ke 78, Lengkap dengan Ketentuannya

Jadwal karnaval Brebes dalam rangka memperingati HUT RI ke 78. (Foto: Instagram/dinkominfotik.brebes)

BREBES – Inilah jadwal karnaval Brebes yang akan dilaksanakan di bulan Agustus 2023, dimana akan dilaksanakan bulan kelahiran Negara Republik Indoesia.

Karnaval Brebes ini dilaksanakan khusus dalam rangka memperingati HUT RI ke 78 2023 sebagaimana yang dilakukan oleh daerah lain dengan menyemarakkan Hari Kemerdekaan RI.

Karnaval Brebes HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke 78 tersebut memiliki tema yaitu “Meneguhkan Untuk Maju Bagi Indonesia dan Raharja”.

Simak jadwal karnaval tersebut beserta ketentuannya.

Jadwal Karnaval Brebes Dalam Rangka Memperingati HUT RI Ke 78
Dikutip dari akun Instagram @dinkominfotik.brebes dilampirkan poster terkait jadwal karnaval Brebes beserta ketentuan dari acara yang akan dgelar tersebut.

Simak beberapa ketentuan peserta dalam acara karnaval HUT RI kabupaten Brebes:

1. Peserta Karnaval HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-78 merupakan perwakilan institusi/ kelembagaan Pemerintah, Lembaga Pendidikan Formal/Non Formal, Sosial, Kemasyarakatan, Perusahaan dan Swasta di Kabupaten Brebes yang telah mendaftar dan lolos kurasi di Kabupaten Brebes.

2. Seleksi pendaftaran dibuka tanggal 11 Agustus 2023 sampai 16 Agustus 2023 Pukul 16.00 WIB melalui akun https://bit.ly/FORM-PESERTA-KARNAVAL-HARIJADI78RI-BREBES.

3. Isi materi karnaval tidak bertentangan dengan nilai kesusilaan dan menghindari unsur SARA;

4. Peserta mulai berkumpul pukul 06.00 WIB dengan titik kumpul untuk peserta karnaval Mobil Hias di Hotel Kencana dan Peserta Non Mobil Hias di SMP Negeri 3 Brebes;

5. Rute Karnaval Start dimulai dari Depan Gedung DPRD mulai Pukul 08.00 WIB, Panggung Kehormatan di depan Kantor KONI Kabuapten Brebes serta Finish di depan KODIM 0713 Brebes. Setelah finish peserta membubarkan diri.

6. Display di depan Panggung Kehormatan durasi maximal 2 menit dengan ketentuan hanya untuk Drum band dan Marching band.

7. Nomer peserta dibuat sendiri dengan ukuran untuk Mobil Hias (50 cm X 50 Cm) dan Non Mobil Hias (30 cm X 30 cm) atau Bujur Sangkar.

8. Urutan nomer peserta karnaval sesuai ketentuan sebagai berikut: Paskibra, Kirab Merah Putih, Peserta dan Karnaval Mobil Hias.

9. Kategori Karnaval terdiri dari: a). Kategori Jalan Kaki berdasarkan kelompok sebagai berikut:

– Kelompok SD/MI dan sederajat;
– Kelompok SMP / MTs dan sederajat;

– Kelompok SMA/SMK/MA dan sederajat;

– Kelompok Umum.

10. Ketentuan lainnya yang belum jelas bisa ditanyakan kepada Panitia Seksi Karnaval.

Demikian informasi terkait jadwal karnaval Brebes yang akan dilaksanakan pada tanggal 20 Agustus 2023 mendatang.****

Sajikan Punokawan, Kader Pramuka SMPN 3 Brebes Tampil Memukau

Penampilan Punakawan dari SMP Negeri 3 Brebes dalam puncak Hari Pramuka ke 62 tingkat Kabupaten; Brebes.

BREBES- Puncak peringatan Hari Pramuka ke 62 tahun 2023, Tingkat Kabupaten Brebes, digelar di halaman SMP Negeri 3 Brebes, Senin (14/08/23) pagi.

Pj Bupati Brebes Urip Sihabudin, yang didapuk menjadi inspektur upacara, dalam sambutannya menyampaikan amanat Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, Komnjen Pol (Purn) Budi Waseso. Dimana gerakan pramuka harus digelorakan terus untuk meningkatkan sumber daya manusia yang lebih profesional.

“Dengan peringatan Hari Pramuka ke 62, mari kita wujudkan SDM yang profesional dan berwawasan kebangsaan,” katanya.

Disela acara, Pj Bupati menyerahkan beberapa penghargaan darma bakti dan pancawarsa,. kepada 112 para penggiat gerakan pramuka, dan puncaknya dengan melakukan pemotongan tumpeng bersama.

Sementara Ketua Kwarcab Brebes Emastoni Ezam menjelaskan, selain upacara, rangkaian Hari Pramuka ke 62 Kwarcab Brebes menggelar berbagai macam kegiatan dalam rangkaiannya.

“Antara lain Bakti Sosial berupa Donor Darah, Bumbung Kemanusiaan, Renungan Suci, tabur bunga, saresehan dan di setiap gugus depan dan Kwartir Ranting digelar perkemahan dan moci bareng karo uwane yang disiarkan live oleh Radio Singosari FM,” kata pria yang akrab dipanggil Ezzam.

Ketua Kwarcab Brebes Emastoni Ezzam memberikan tumpeng kepada Kepala Sekolah SMPN 3 Brebes, Tarto Wiji Wasito.

Puncak acara dalam peringatan upacara hari Pramuka, berbagai macam ditampilkan oleh kader Pramuka SMP Negeri Brebes. Seperti halnya aksi drumband, paduaan suara, dan penampilan kesenian Punakawan yang tampil memakau dihadapan ratusan peserta upacara.

Dimana Punakawan sendiri, merupakan dalam cerita wayang Jawa ada 4 tokoh, terdiri dari Semar, Gareng, Petruk dan Bagong, yang dikenal sebagai tokoh protagonis yang visualnya diwujudkan dalam bentuk yang unik dan lucu

Ketua Majelis Pembina Gugus Depan SMP Negeri 3 Brebes Tarto Wiji Wasito, menambahkan, pihaknya memiliki cara unik tersendiri dalam menumbuhkan jiwa Pramuka kepada semua muridnya. Yakni, dengan mengasah jiwa seni dan ketrampilan sesuai bakat minat anak.

Hal itu, dibuktikan dengan penampilan tim paduan suara, pentas seni Punokawan serta lagu Sate Blengong Kupat Glabed dalam puncak hari Pramuka ini.

“Khusus rangkaian kegiatan Pramuka SMPN 3 Brebes, diawali Perkemahan Sabtu Minggu bagi kelas VII pada 12-13 Agustus. Kemudian, renungan malam dengan api unggun diikuti 360 murid dari kelas VII-IX. Termasuk, Dewan Kerja Ambalan, Kakak pembina dan Kamabigus,” pungkas Tarto.***

Kobaran Api Masih Menyala, Sementara Ada 51 Kapal Terbakar

Kobaran api hingga Selasa (15/08/23) pagi, masih terjadi di Pelabuhan Jongor Kota Tegal.

Tegal – Musibah kebakaran kapal nelayan di Pelabuhan Jongor, Kota Tegal, pada Senin (14/08/23) malam, sekitar pukul 19.00 WIB. Hingga Selasa (15/08/23) pagi, masih terjadi. Kobaran dan asap api masih terlihat membumbung diatas galangan kapal yang bersandar.


Upaya pemadaman terus dilakukan di puluhan kapal terbakar hingga Selasa pagi.
Meski belasan mobil pemadam kebakaran dikerahkan, nampak belum bisa memadamkan si jago merah yang menyambar.

Ketua DPN HNSI Jawa Tengah, Riswanto mengatakan, data sementara yang diperoleh, sudah ada 51 kapal nelayan yang terbakar. Untuk memastikan nanti, pihak HNSI akan melakukan pendataan dengan menggunakan visual drone.

“Rencana kita akan melakukan pendataan, supaya tahu ada berapa kapal yang terbakar, dengan menggunakan drone,” kata Riswanto.

Menurutnya, selain faktor angin yang menyebabkan puluhan kapal lainnya ikut cepat terbakar. Pendangkalan pelabuhan dan jumlah kapal yang melebihi kapasitas pelabuhan, menyebabkan proses pemadaman memakan waktu lama.

“Untuk kerugian belum bisa ditaksir. Sementara untuk mengetahui penyebab pasti terjadinya kebakaran, masih dalam penyelidikan pihak kepolisian,” pungkasnya.***

Si Jago Merah Lalap Sejumlah Kapal Nelayan di Pelabuhan Tegal

Sejumlah kapal nelayan di Pelabuhan Jongor Tegal Terbakar.

Tegal – Kebakaran kapal nelayan kembali terjadi di Pelabuhan Jongor Kota Tegal, Jawa Tengah., Senin (14/08/23) malam, sekitar pukul 19.00 WIB. Nampak, sejumlah kapal yang bersandar di pelabuhan itu dilalap si jago merah.

Kasatpolair Polres Tegal Kota, AKP Khaerun, saat dikonfirmasi awak media, mengatakan, kebakaran menghanguskan sejumlah kapal. Belum diketahui jumlah pasti kapal yang menjadi korban.

“Kejadian belum lama. Kapal yang terbakar belum diketahui jumlahnya, yang jelas lebih dari satu,” singkat Khaerun.

Tiupan angin kencang, membuat api dengan mudah menjalar ke kapal lain yang bersandar dengan jarak sangat rapat.

“Tim gabungan sedang berusaha mengeluarkan untuk kapal kapal agar kobaran api tidak menjalar ke kapal kapal lainnya. Posisi yang cukup rapat jadi rawan terbakar, ” jelasnya.

Menurut salah satu nelayan, Narto mengungkapkan, api berasal dari sebuah kapal yang berada didekat SPBU Pelabuhan Kota Tegal.

Hembusan angin cukup kencang, api menjalar dengan cepat ke kapal kapal lainnya yang jaraknya berdekatan.

“Api berasal dari kapal yang bersandar di dekat SPBU. Karena api sangat kencang api dengan cepat melalap kapal-kapal yang saling berhimpitan,” ungkap Narto.

Mengantisipasi meluasnya api, sejumlah mobil pemadam kebakaran, termasuk tim Damkar dari daerah sekitar dikerahkan ke lokasi kejadian. Termasuk kendaraan taktis water cannon milik Polres Tegal Kota.***

Jelang Pemilu, warna-warni bendera parpol menghiasi acara Larung sesaji

Bendera parpol merebak di suasana Larung sesaji di pesisir Losari Brebes

BREBES – Bendera partai politik menghiasi puluhan perahu, mengiringi prosesi Larung sesaji ke tengah laut, di perairan Losari, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Sabtu (12/08/23) pagi.

Ada bendera yang dipasang dengan berbagai ukuran. Bendera-bendera warna-warni itu seakan bersaing meraih simpati warga. Nampak hadir para bacaleg DPRD maupun DPR RI, dalam kegiatan sedekah laut, yang dimulai dari tempat pelelangan ikan (TPI).di Desa Prapag Kidul, Kecamatan Losari.

Politisi Partai Gerindra, Haji Muhaimin mengatakan, bahwa tradisi sedekah laut, diadakan sebagai ungkapan rasa syukur. Biasanya, ritual sedekah laut dilaksanakan setiap bulan Muharram atau dalam kalender Jawa disebut dengan bulan Suro.

“Sedekah laut digelar sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan yang telah memberi rezeki kepada warga desa disini dikampung nelayan melalui laut,” kata Muhaimin.

Dia juga berharap, dengan sedekah laut, hasil tangkapan ikan nelayan semakin banyak dan baik, sehingga menurut Muhaimin bisa meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar.

“Harapannya, hasil tangkapan ikan semakin banyak dan masyarakat semakin sejahtera,” harap Muhaimin.

Sementara Muhammad Zamroni, politisi PPP menjelaskan bahwa tradisi bagi masyarakat di Kabupaten Brebes, ada 3 macam prosesi sedekah, yakni sedekah laut, sedekah bumi dan sedekah muara. Secara prinsip bagus karena masyarakat masih terus melestarikan budaya nenek moyang.

Kemudian menurut Zamroni, secara ekonomi bisa membangkitkan ekonomi kerakyatan. Dengan keramaian acara yang digelar, ada transaksi jual beli, seperti pedagang – pedagang kecil yang merasakan manfaat dari hasil dagangannya.

“Bahkan dari sisi agama bagus, karena itu sebagai ungkapan syukur kita kepada sang pencipta, atas karunia laut yang sudah diberikan kepada kita, yang setiap hari kita ambil, ikannya, sumber daya lautnya, manfaatnya,” jelas Zamroni.

Hal yang sama juga dikatakan politisi Partai Golkar, yang sekaligus Ketua Fraksi Partai Golkar di DPRD Brebes. M. Khajirin menjelaskan, bahwa sedekah laut merupakan tradisi turun temurun sejak puluhan tahun silam. Ini dikandung maksud, ritual tolak bala sebagai rasa syukur nelayan atas diberinya keselamatan dan penghasilan.

“Terus, Selain itu tradisi tersebut juga menjadi acara ritual tolak bala agar para nelayan selamat dalam melaut untuk mencari nafkah,” beber M. Khajirin.

Menurut dia, acara sedekah bumi di Losari,.biasa dilaksanakan pada akhir-akhir bulan Assyura. Di kampung nelayan Prapag Kidul dan Prapag Lor Kecamatan Losari ini, selalu diambil pada akhir pekan yakni hari Sabtu.

“Alhamdulillah pelaksanaan berjalan lancar. Kami berharap, para nelayan di pesisir Pantai Losari Brebes ini, bisa
mendapat rezeki pada tangkapan ikan yang melimpah dan selalu diberikan keselamatan dan keberkahan dari Allah SWT,” harap M. Khajirin kepada awak media.

Sementara itu, politisi muda PDIP Brebes, yang sekaligus bacaleg DPR RI PDIP, Shintya Sandra Kusuma, yang turut hadir menyaksikan pesta laut di TPI Desa Prapag Kidul, mengapresiasi kegiatan larung sesaji yang digelar nelayan di pesisir Losari Brebes.

“Kami berharap tradisi yang sudah ada sejak dulu, terus dipertahankan. Ini sebagai bentuk syukur kepada Allah SWT dan nelayan di Kabupaten Brebes termasuk Tegal, bisa mendapatkan hasil tangkapan ikan yang melimpah, sehingga bisa meningkatkan perekonomian masyarakat nelayan,” pungkas Shintya.***

Ganjar Sindir Pemkab Brebes, Turun ke Masyarakat Tampung Aduan

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo disela kunjungannya ke Brebes.

BREBES- Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, dalam kunjungan kerjanya ke Kabupaten Brebes. Salah satunya yakni melakukan pengukuhan Forum Kader Posyandu Indonesia (FKPI) Kabupaten Brebes, di GOR Sasana Adhikarsa Brebes, Kamis, (10/08/23) siang.

Calon Presiden yang akan diusung PDI-P ini, sempat menyindir kepada pejabat Pemkab Brebes, lebih responsif dalam menangani lumpur ekstrem dan stunting yang selama ini menjadi momok Pemkab Brebes.

“Kami titip di Pemkab Brebes, supaya sering turun ke masayarakat untuk membuka aduan seluas luasnya. Itu supaya masyarakat bisa melaporkan dengan cepat,” kaya Ganjar.

Gubernur Jateng ini meminta supaya reformasi dan birokrasi lebih proaktif, hal itu dikarenakan Brebes memiliki wilayah yang luas dengan penduduk yang banyak.

“Dengan demikian tentunya membutuhkan respon yang cepat dari aduan dari masyarakat,” tegas Ganjar.

Ganjar juga memberi solusi, jika memang dirasa tidak bisa menangani masalah tersebut, maka ada yang bisa membantu yakni Pemerintah Provinsi maupun pemerintah pusat.

“Kalau bisa dilakukan maka tidak akan sulit menangani stunting, jika tidak bisa menyelesaikan maka ada provinsi, jika tidak bisa lagi ada pusat pemerintahan. Jika masih sulit lagi banyak kok kader kader seperti yang hadir saat ini, tapi harus mau membuka diri,” pungkasnya.***

Bawa Pengedar Obat Terlarang ke Mapolres Tegal Kota, Mobil yang Ditumpangi Ormas dan TNI Ditembak OTK

Mobil yahg ditembak orang tak dikenal sedang dilakukan pemeriksaan di Mapolres Tegal Kota.

TEGAL – Sebuah mobil Daihatsu Xenia nopol G-1490-FM, yang ditumpangi anggota Ormas Laskar Merah Putih Indonesia (LMPI) Kabupaten Pemalang dan anggota TNI Angkatan Darat, ditembak orang tak dikenal (OTK) di Kota Tegal, Rabu (09/08/23) malam.

Kejadian bermula, saat mobil itu membawa dua warga yang diduga menjual pil terlarang jenis hexymer dan tramadol di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kecamatan Tegal Timur.

Dua warga tersebut diamankan dengan barang bukti pil hexymer, setelah anggota ormas yang fokus memberantas peredaran obat terlarang, mendapat informasi mengenai peredaran pil hexymer dan tramadol yang marak terjadi di Kabupaten dan Kota Tegal.

“Awalnya saya main ke rumah saudara saya (anggota TNI AD). Kemudian saya teringat direct message (DM) atau inbox di sosmed, kalau di Kota dan Kabupaten Tegal, marak beredar penjualan pil hexymer dan tramadol,” kata Oki Diantara, seorang anggota Ormas LMPI Pemalang.

Berbekal informasi dan lokasi penjualan pil terlarang itu, Oki bersama dua temannya dan saudaranya yang berstatus TNI AD aktif, mencoba mencari kebenaran informasi yang diperoleh.

Setibanya di lokasi yang dimaksud, Oki menjumpai seorang warga yang diduga penjaga toko dan satu temannya. Di toko itu pula, Oki mendapati paket pil hexymer.

“Lalu dua warga kita amankan, untuk dibawa ke kantor polisi dengan barang bukti pil hexymer,” ungkapnya.

Namun, ditengah perjalanan, tepatnya di Jalan Perintis Kemerdekaan (Poso), mobil yang ditumpanginya dibuntuti sebuah mobil Honda Brio warna kuning berplat Z.

Oki yang merasa curiga, meminta pengemudi untuk mengalihkan perhatian dengan mengurangi kecepatan dan menginjak pedal mengerem.

“Mobil kami melambat, mereka ikut melambat. Kami ngerem, mereka juga ngerem. Tiba-tiba, mobil kami ditembak dari arah belakang. Karena khawatir akan keselamatan, kami melaju kencang dan sempat dikejar. Bahkan, mobil kami sempat dipepet dan diserempet,” jelasnya.

Tidak hanya itu saja, mobil yang ditumpangi Oki juga kembali mendapat tembakan kedua kalinya, saat mendekati lampu merah Pasar Martoloyo.

“Sampai di dekat lampu merah, mereka kembali menembak. Kami tancap gas dan masih dibuntuti. Sampai akhirnya kami berhasil masuk ke Mapolres Tegal Kota. Mobil Brio kuning berplat Z itu pun menghilang,” bebernya.

Sementara dua warga yang diamankan berikut barang bukti pil hexymer, langsung digelandang ke Ruang Unit Satuan Narkoba. Sementara kasus penembakan mobil orang tak dikenal pun ikut dilaporkan ke polisi.

“Dua warga dan barang bukti kita serahkan ke Unit Narkoba. Untuk insiden penembakan itu sudah kita laporkan juga,” pungkasnya.***

Tingkatkan Kepuasan Pelayanan Publik, DPU Brebes Terus Berbenah dan Berinovasi

BREBES – Puluhan pengguna layanan dan instansi yang tergabung dalam Forum Konsultasi Publik (FKP) menggelar rapat koordinasi bersama Dinas Pekerjaan Umum (DPU) terkait pelayanan publik di aula kantor setempat, Rabu (9/8/2023).

Kepala DPU Brebes Sutaryono melalui Kepala Bidang Perencanaan dan Pengendalian, Agus Pramono mengatakan, tujuan rapat koordinasi terkait pelayanan publik untuk memperoleh pemahaman hingga solusi antara penyelenggara pelayanan masyarakat.

Selain itu, juga untuk mengukur tingkat kepuasan masyarakat sebagai pengguna layanan dan meningkatkan kualitas penyelenggaraan pelayanan publik.

Sedangkan dasar kegiatan ini, kata Agus, merujuk pada Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik. Kemudian Peraturan Pemerintah Nomor 96 Tahun 2012 tentang Pelaksanaan Undang-undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik. Dan Permen PAN-RB Nomor 16 Tahun 2017 tentang Pedoman Penyelenggaraan Forum Konsultasi Publik di Lingkungan Unit Penyelenggara Pelayanan Publik. Serta Surat Sekretaris Daerah Kabupaten Brebes Nomor: 050/0672; Tanggal: 23 Februari 2023 Perihal: Laporan FKP dan IKM Th.2023.

“Untuk sasarannya sendiri yakni dapat terselenggaranya kegiatan FKP terkait layanan publik pada Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Brebes,” kata Agus Pramono.

Menurut dia, untuk terwujudnya penyelenggaraan layanan publik yang berkualitas di lingkungan Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Brebes terus berbenah dan melakukan inovasi.

Ia menerangkan, berbagai layanan yang ada di DPU Kabupaten Brebes seperti permohonan sewa alat berat. Kemudian, pendampingan teknis kegiatan jasa konstruksi untuk pelayanan publik. Lalu, rekomendasi teknis pemanfaatan dan penggunaan bagian-bagian jalan kabupaten. Pengaduan masyarakat terkait kawasan genangan pada kawasan perkotaan.

“Dan juga layanan permohonan pengajuan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) dan Pengajuan Sertifikat Laik Fungsi (SLF). Silahkan datang dan konsultasi kesini, kami akan membantu dalam prosesnya jika ada kendala,” pungkasnya. ***

Peristiwa Daerah Jawa Tengah

Design a site like this with WordPress.com
Get started